kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Wah, honor rapat PNS DKI akan dipotong Ahok


Selasa, 25 November 2014 / 13:51 WIB
Pembelian PRoduk UMKM: Pembeli di gerai produk-produk UMKM di sebuah mal di Depok, Jawa Barat, Rabu (16/02). KONTAN/Baihaki/16/02/2022


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku siap menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2014 tentang langkah-langkah penghematan anggaran. Adapun penghematan anggaran yang akan ia lakukan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah dengan memotong honor-honor pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta, salah satunya adalah honor rapat.

"Kita lakukan (penghematan). Kita potong semua honor PNS. Honor-honor rapat semua kita potong," ujar dia, di Balaikota Jakarta, Selasa (25/11/2014).

Menurut Ahok, rencananya, kebijakan pemotongan honor tersebut baru akan dilakukan pada tahun depan. Dia memprediksi dengan adanya pemotongan honor rapat, Pemprov DKI Jakarta bisa melakukan penghematan hingga Rp 2,3 triliun.

"DKI motong honor-honor itu tahun depan, bisa hemat Rp 2,3 triliun," ucap dia.

Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo mengimbau agar semua jajaran pemerintah menjalankan Inpres Nomor 4 Tahun 2014. Presiden meminta para pejabat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya masing-masing.

Langkah tersebut dilakukan dalam rangka penghematan dan pemotongan belanja kementerian atau lembaga anggaran dengan berdasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan. (Alsadad Rudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×