kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Virus corona diprediksi akan memukul ekspor dan impor Indonesia ke China


Senin, 27 Januari 2020 / 20:08 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/1).Virus corona diprediksi akan memukul ekspor dan impor Indonesia ke China.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Sementara dari sisi ekspor, BPS mencatat China merupakan salah satu negara tujuan ekspor utama Indonesia. Bahkan, di sepanjang tahun 2019, Indonesia telah mengirim komoditas non migas ke China sebanyak 16,68% dari total ekspor atau senilai US$ 25,85 miliar.

Melihat hal tersebut, Bhima memperkirakan akan terjadi pengurangan ekspor dari Indonesia ke negara tirai bambu tersebut yang disebabkan oleh ada beberapa daerah di negara tersebut yang terisolasi, sehingga ini menimbulkan adanya kemungkinan penurunan konsumsi rumah tangga di China serta gangguan distribusi barang di China daratan.

Baca Juga: Virus corona kian menyebar, Arab Saudi monitor perkembangan pasar minyak global

Apalagi, banyak barang baku dan setengah jadi yang dikirim Indonesia ke China. Dengan adanya isolasi tersebut, ini juga akan mengakibatkan industri yang ada di China mengurangi kapasitas industri sehingga permintaan akan pasokan bahan baku dari Indonesia tentu bisa berkurang.

Selain itu, dengan adanya pembatasan terkait virus corona ini, menyebabkan adanya gangguan dalam pola distribusi. Hal ini juga mengingat China sebagai salah satu negara transit jalur perdagangan dunia.

Baca Juga: Virus corona bisa berdampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi China dari SARS

Untuk mengurangi dampaknya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan Indonesia. Salah satunya dengan mengalihkan produk ekspor ke negara lain, seperti Eropa Timur, Afrika Utara, hingga Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×