kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Utang pemerintah didominasi sektor keuangan & jasa


Selasa, 17 Mei 2016 / 20:47 WIB


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) baru saja merilis Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) per Maret 2016. Pada periode tersebut, utang luar negeri pemerintah Indonesia sebesar US$ 146,16 miliar. Angka tersebut naik 30,01% jika dibandingkan posisi akhir 2011 sebesar US$ 112,43 miliar.

Menariknya, pertumbuhan utang pemerintah tersebut didorong oleh hanya dua sektor ekonomi. Sektor keuangan tumbuh 92,17% dan sektor jasa tumbuh 0,51%.

Total utang sektor keuangan tumbuh dari US$ 54,5 miliar menjadi US$ 104,72 miliar . Sedangkan utang luar negeri di bidang jasa tumbuh dari US$ 17,66 miliar menjadi US$ 17,75 miliar.

Sektor-sektor lainnya mengalami penurunan nilai utang. Sektor perdagangan turun paling dalam dengan 64,72%, disusul oleh industri pengolahan 61,78% dan pertambangan 43,64%. Sektor konstruksi dan bangunan juga turun 33,58%.

Sedangkan jika dihitung sejak akhir tahun 2015, total utang luar negeri pemerintah tumbuh 6,38%. Lagi-lagi sektor keuangan (7,63%) menjadi kontributor utama. Diikuti oleh transportasi dan komunikasi (6,88%), perdagangan (5,68%) dan industri pengolahan (5,27%).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×