CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

Utang pemerintah didominasi sektor keuangan & jasa


Selasa, 17 Mei 2016 / 20:47 WIB


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) baru saja merilis Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) per Maret 2016. Pada periode tersebut, utang luar negeri pemerintah Indonesia sebesar US$ 146,16 miliar. Angka tersebut naik 30,01% jika dibandingkan posisi akhir 2011 sebesar US$ 112,43 miliar.

Menariknya, pertumbuhan utang pemerintah tersebut didorong oleh hanya dua sektor ekonomi. Sektor keuangan tumbuh 92,17% dan sektor jasa tumbuh 0,51%.

Total utang sektor keuangan tumbuh dari US$ 54,5 miliar menjadi US$ 104,72 miliar . Sedangkan utang luar negeri di bidang jasa tumbuh dari US$ 17,66 miliar menjadi US$ 17,75 miliar.

Sektor-sektor lainnya mengalami penurunan nilai utang. Sektor perdagangan turun paling dalam dengan 64,72%, disusul oleh industri pengolahan 61,78% dan pertambangan 43,64%. Sektor konstruksi dan bangunan juga turun 33,58%.

Sedangkan jika dihitung sejak akhir tahun 2015, total utang luar negeri pemerintah tumbuh 6,38%. Lagi-lagi sektor keuangan (7,63%) menjadi kontributor utama. Diikuti oleh transportasi dan komunikasi (6,88%), perdagangan (5,68%) dan industri pengolahan (5,27%).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×