kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.770   31,00   0,17%
  • IDX 6.222   59,68   0,97%
  • KOMPAS100 824   10,83   1,33%
  • LQ45 633   12,94   2,09%
  • ISSI 219   0,49   0,22%
  • IDX30 362   7,49   2,11%
  • IDXHIDIV20 448   10,91   2,50%
  • IDX80 95   1,35   1,44%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,61   2,28%

Utang pemerintah didominasi sektor keuangan & jasa


Selasa, 17 Mei 2016 / 20:47 WIB


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) baru saja merilis Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) per Maret 2016. Pada periode tersebut, utang luar negeri pemerintah Indonesia sebesar US$ 146,16 miliar. Angka tersebut naik 30,01% jika dibandingkan posisi akhir 2011 sebesar US$ 112,43 miliar.

Menariknya, pertumbuhan utang pemerintah tersebut didorong oleh hanya dua sektor ekonomi. Sektor keuangan tumbuh 92,17% dan sektor jasa tumbuh 0,51%.

Total utang sektor keuangan tumbuh dari US$ 54,5 miliar menjadi US$ 104,72 miliar . Sedangkan utang luar negeri di bidang jasa tumbuh dari US$ 17,66 miliar menjadi US$ 17,75 miliar.

Sektor-sektor lainnya mengalami penurunan nilai utang. Sektor perdagangan turun paling dalam dengan 64,72%, disusul oleh industri pengolahan 61,78% dan pertambangan 43,64%. Sektor konstruksi dan bangunan juga turun 33,58%.

Sedangkan jika dihitung sejak akhir tahun 2015, total utang luar negeri pemerintah tumbuh 6,38%. Lagi-lagi sektor keuangan (7,63%) menjadi kontributor utama. Diikuti oleh transportasi dan komunikasi (6,88%), perdagangan (5,68%) dan industri pengolahan (5,27%).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×