kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Utang luar negeri pemerintah tumbuh 1,6% pada April 2020


Senin, 15 Juni 2020 / 11:31 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi foto Obligasi. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Pengelolaan ULN pemerintah ini, dilakukan secara berhati-hati dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas yang saat ini dititikberatkan pada upaya penanganan wabah Covid-19 dan stimulus ekonomi di dalam negeri.

Sektor prioritas tersebut, mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang berkontribusi sebesar 23,3% dari total ULN pemerintah, sektor konstruksi dengan kontribusi sebesar 16,4%, dan sektor jasa pendidikan sebesar 16,2%.

Baca Juga: Produksi China diprediksi turun, simak rekomendasi analis untuk saham batubara

Selain itu, ada pula sektor jasa keuangan dan asuransi yang berkontribusi sebesar 12,8%, serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib dengan kontribusi sebesar 11,6% dari total ULN pemerintah.

"Di dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, serta didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," kata Onny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×