kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.935   -57,00   -0,32%
  • IDX 6.013   3,93   0,07%
  • KOMPAS100 773   -0,52   -0,07%
  • LQ45 592   -0,70   -0,12%
  • ISSI 209   0,99   0,48%
  • IDX30 328   0,07   0,02%
  • IDXHIDIV20 420   1,25   0,30%
  • IDX80 88   -0,04   -0,04%
  • IDXV30 114   0,56   0,49%
  • IDXQ30 107   0,00   0,00%

Utang luar negeri pemerintah tumbuh 1,6% pada April 2020


Senin, 15 Juni 2020 / 11:31 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi foto Obligasi. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Pengelolaan ULN pemerintah ini, dilakukan secara berhati-hati dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas yang saat ini dititikberatkan pada upaya penanganan wabah Covid-19 dan stimulus ekonomi di dalam negeri.

Sektor prioritas tersebut, mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang berkontribusi sebesar 23,3% dari total ULN pemerintah, sektor konstruksi dengan kontribusi sebesar 16,4%, dan sektor jasa pendidikan sebesar 16,2%.

Baca Juga: Produksi China diprediksi turun, simak rekomendasi analis untuk saham batubara

Selain itu, ada pula sektor jasa keuangan dan asuransi yang berkontribusi sebesar 12,8%, serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib dengan kontribusi sebesar 11,6% dari total ULN pemerintah.

"Di dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, serta didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," kata Onny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×