kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Utang luar negeri pemerintah tumbuh 1,6% pada April 2020


Senin, 15 Juni 2020 / 11:31 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi foto Obligasi. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Pengelolaan ULN pemerintah ini, dilakukan secara berhati-hati dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas yang saat ini dititikberatkan pada upaya penanganan wabah Covid-19 dan stimulus ekonomi di dalam negeri.

Sektor prioritas tersebut, mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang berkontribusi sebesar 23,3% dari total ULN pemerintah, sektor konstruksi dengan kontribusi sebesar 16,4%, dan sektor jasa pendidikan sebesar 16,2%.

Baca Juga: Produksi China diprediksi turun, simak rekomendasi analis untuk saham batubara

Selain itu, ada pula sektor jasa keuangan dan asuransi yang berkontribusi sebesar 12,8%, serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib dengan kontribusi sebesar 11,6% dari total ULN pemerintah.

"Di dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, serta didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," kata Onny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×