kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Utang Luar Negeri Naik, Ekonom Ingatkan Potensi Kenaikan Biaya Pasca Trump Terpilih


Jumat, 15 November 2024 / 18:38 WIB
Utang Luar Negeri Naik, Ekonom Ingatkan Potensi Kenaikan Biaya Pasca Trump Terpilih
ILUSTRASI. Biaya pinjaman luar negeri diperkirakan akan meningkat pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.


Reporter: Shifa Nur Fadila | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia meningkat 8,3% pada kuartal III 2024 dan diproyeksikan masih akan meningkat hingga akhir tahun ini. Diperkirakan pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), biaya pinjaman luar negeri juga turut meningkat.

Kepala Ekonom BCA, David Sumual melihat pemerintah harus waspada terdapat peningkatan ekspektasi yield US Treasury karena terpilihnya Donald Trump. Peningkatan yield US Treasury pada akhirnya akan meningkatkan biaya pinjaman luar negeri. 

"Kami perkirakan ULN Indonesia masih naik sedikit hingga akhir 2024," ungkap David kepada Kontan, Jumat (15/11).

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Diproyeksikan Masih Meningkat Hingga Akhir 2024

Ia melihat peningkatan ULN disebabkan oleh kebijakan fiskal defisit yang pemerintah lakukan untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Maka ia memproyeksikan tren ULN Indonesia stabil meningkat hingga khir 2024. 

"Didorong oleh kebutuhan pembiayaan pemerintah," jelasnya. 

Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi ULN Indonesia pada kuartal III 2024 tercatat sebesar US$ 427,8 miliar. 

Adapun rinciannya posisi ULN pemerintah pada triwulan III 2024 sebesar US$ 204,1 miliar. Angka tersebut meningkat sebesar 8,4% (yoy). Padahal pada kuartal II 2024 ULN pemerintah  terkoreksi sebesar 0,8% (yoy).  

Sementara  posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 196,0 miliar atau terkontraksi  sebesar 0,6% (yoy), setelah tumbuh rendah sebesar 0,02% (yoy) pada triwulan II 2024. Perkembangan tersebut terutama didorong oleh ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang mencatat kontraksi  sebesar 3,2% (yoy). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×