kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Utang luar negeri Indonesia triwulan II 2020 meningkat 5,0% yoy


Jumat, 14 Agustus 2020 / 10:57 WIB
ILUSTRASI. Membaca Arah Utang Indonesia ; ilustrasi utang luar negeri; hutang luar negeri


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia meningkat pada kuartal II-2020. Posisi ULN pada akhir kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 408,6 miliar alias tumbuh 5,0% yoy, atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang sebesar 0,6% yoy.

"Disebabkan oleh transaksi penarikan neto ULN, baik ULN pemerintah maupun swasta. Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga berkontribusi pada peningkatan nilai ULN berdenominasi rupiah," ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resminya, Jumat (14/8).

Baca Juga: Ini aturan beasiswa LPDP, salah satunya wajib kembali ke Indonesia

ULN ini terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) serta ULN sektor swasta termasuk Badan usaha Milik Negara (BUMN).

Terperinci, ULN pemerintah pada akhir kuartal II-2020 sebesar US$ 196,6 miliar atau tumbuh 2,1% yoy setelah pada kuartal I-2020 mengalami kontraksi 3,6% yoy.

Peningkatan ULN pemerintah terjadi seiring dengan penerbitan sukuk global untuk memenuhi target pembiayaan, termasuk satu seri Green Sukuk yang mendukung pembiayaan perubahan iklim.

Baca Juga: Babak belur kena dampak corona, OJK dan APPI beberkan kondisi perusahaan pembiayaan

Selain itu, arus modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang masih cukup tinggi mengindikasikan masih positifnya persepsi terhadap pengelolaan kebijakan makroekonomi dalam memitigasi dampak pandemi Covid-19, menjaga stabilitas, dan mendorong pemulihan ekonomi.

ULN Pemerintah juga diklaim tetap dikelola secara hati-hati dan akuntanbel untuk mendukung belanja prioritas, seperti sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang memegang porsi 23,5% dari total ULN pemerintah, sektor konstruksi dengan porsi 16,4%.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×