Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Partai Golkar membuka kemungkinan menempuh jalur hukum terhadap sejumlah akun media sosial yang diduga menyebarkan tudingan tanpa bukti terhadap Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia terkait isu penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris Bidang DPP Partai Golkar Fajar R. Zulkarnaen mengatakan, sejumlah akun yang diduga menyebarkan tudingan tersebut telah teridentifikasi. Bahkan, beberapa akun disebut telah menghapus unggahan yang sebelumnya memuat tudingan terhadap Bahlil.
Meski demikian, Fajar menyebut penghapusan unggahan tidak serta-merta menghilangkan jejak digital yang telah beredar di ruang publik.
“Jangan mengira setelah unggahan dihapus persoalan selesai. Jejak digital tetap ada. Kami juga telah mengantongi sejumlah akun yang diduga menyebarkan informasi fitnah terhadap Ketua Umum kami. Jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, tentu langkah hukum harus ditempuh seperti apa yang telah disampaikan ketua umum pada pidatonya di Kota Ambon, Maluku,” tegas Fajar dalam keterangan resminya, Minggu (8/11/2026).
Baca Juga: Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Bahas Berbagai Isu Aktual
Menurut Fajar, sikap Bahlil yang membuka kemungkinan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum merupakan bentuk ketegasan dalam merespons tudingan yang dinilai menyerang kehormatan pribadi maupun institusi partai.
Ia menilai, sebagai ketua umum, Bahlil memiliki tanggung jawab menjaga kehormatan organisasi yang dipimpinnya. Karena itu, Golkar menyatakan dukungan terhadap langkah Bahlil dalam menghadapi persoalan tersebut.
“Saya melihat ini sebagai bagian dari tanggung jawab kepemimpinan. Seorang ketua umum bukan hanya bertanggung jawab menjalankan roda organisasi, tetapi juga menjaga kehormatan dan marwah partai itu sendiri,” jelas Fajar.
Fajar menambahkan, kebebasan berpendapat dalam demokrasi tetap harus disertai tanggung jawab. Menurutnya, kritik terhadap pejabat publik maupun pimpinan partai merupakan hal yang wajar, tetapi perlu dibedakan dari penyebaran tuduhan yang tidak disertai bukti.
Di tengah mencuatnya isu tersebut, Fajar juga menegaskan soliditas kader Partai Golkar dalam mendukung kepemimpinan Bahlil. Ia menyebut dukungan tersebut bukan sebatas sikap personal, melainkan bagian dari sikap kelembagaan partai.
Selain menjaga soliditas internal, Fajar menyebut Partai Golkar tetap berkomitmen mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengingatkan seluruh kader agar menjaga konsolidasi partai dan tidak mudah terpengaruh isu yang berpotensi memicu perpecahan.
Fajar juga mengajak masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, terutama dengan memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut persoalan yang berkembang berdasarkan bukti dan ketentuan perundang-undangan.
“Persatuan dan loyalitas Partai Golkar bukan hanya ditunjukkan melalui pernyataan, tetapi juga melalui kebersamaan dalam menjaga kehormatan dan kepemimpinan partai. Kami ingin demokrasi tetap sehat, kritik tetap hidup, tetapi fitnah tidak boleh dinormalisasi,” terang Fajar.
Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah isu yang dia dengar bahwa dirinya ikut rapat dengan para jenderal soal penyadapan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Tiba-tiba ada satu cerita ngarang dari mana saya tidak tahu, yang mengatakan bahwa tiga jam sebelum para jenderal-jenderal itu ditangkap, katanya ada ketua umum partai rapat dengan mereka," kata Bahlil dalam pidatonya di acara pelantikan DPD I Partai Golkar Maluku, pada Sabtu (7/11/2026).
Belakangan, Bahlil menilai narasi ketum partai itu mengarah kepada dirinya.
Menteri ESDM ini pun merasa heran dengan narasi dalam cerita tersebut.
Awal-awalnya, saya tidak terlalu ngeh karena ketum partai kan banyak. Tapi begitu saya bangun tadi pagi dari pesawat, lihat, kok ini sudah menuduhnya ke saya? Saya bilang, 'Apa maksudnya ini, ya?'," ujar Bahlil.
Bahlil kemudian membantah tudingan itu dan meminta pihak-pihak terkait memberikan bukti dan klarifikasi. Dirinya bahkan menegaskan bahwa akan membawa kasus ini ke jalur hukum.
“Saya minta kepada pihak aparat keamanan, pihak kepolisian untuk diusut tuntas, dibuka saja! Jangan fitnah terus yang dibangun! Diusut saja!" tegasnya lagi.
Baca Juga: Pemerintah Gandeng Tambang Atasi Karhutla, Pengamat Ingatkan Tanggung Jawab Negara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
