kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Untuk jadi negara maju di 2045, pemerintah membutuhkan ini


Kamis, 08 Juli 2021 / 19:29 WIB
Untuk jadi negara maju di 2045, pemerintah membutuhkan ini
ILUSTRASI. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir/


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pandemi Covid-19 membuat Indonesia mengalami penurunan pendapatan per kapita. Pendapatan per kapita pada tahun 2020 tercatat US$ 3.870 atau turun dari 2019 yang sebesar US$ 4.050. 

Selain mengalami penurunan pendapatan per kapita, Indonesia juga turun kelas ke negara berpendapatan menengah ke bawah (lower middle-income country) setelah pada tahun lalu masuk ke dalam kategori negara upper middle-income. 

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, kunci utama agar Indonesia bisa menjadi negara berpenghasilan tinggi di tahun 2045 adalah penanganan pandemi Covid-19.

Baca Juga: RI turun kelas ke lower-middle income class, ini kata ekonom LPEM FEB UI

“Seberapa besar ini memengaruhi (target menjadi negara maju di 2045), tergantung seberapa cepat Indonesia mengatasi Covid-19,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir, Kamis (8/7). 

Kemudian, setelah penanganan Covid-19 berhasil, Iskandar percaya diri Indonesia memiliki modal dasar yang bagus untuk terus membangun ekonomi karena Indonesia telah melakukan reformasi struktural besar. 

Dengan bukti, adanya kemudahan perizinan lewat Undang-Undang Cipta Kerja untuk menarik investasi sehingga ini akan menyokong pertumbuhan untuk bisa lebih tinggi lagi dan tentu mendongkrak pendapatan per kapita Indonesia. 

Selanjutnya: RI turun kelas ke lower-middle income class, ini kata ekonom LPEM FEB UI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×