kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Tunda kenaikan cukai, YLKI: Pemerintah tidak melindungi konsumen rokok


Selasa, 06 November 2018 / 15:19 WIB
ILUSTRASI. CUKAI ROKOK


Reporter: | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah dinilai tidak melindungi kepentingan konsumen rokok di Indonesia. Hal itu tercermin dari langkah pemerintah yang menunda kenaikan cukai rokok untuk tahun 2019. Padahal cukai menjadi instrumen kuat untuk melindungi konsumen rokok.

"Cukai instrumen kuat untuk melindungi konsumen baik perokok mau pun calon perokok," ujar Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi saat konferensi pers, Selasa (6/11).

Keputusan pemerintah untuk menunda kenaikan cukai rokok dinilai sebagai langkah antiklimaks dalam kebijakan kesehatan publik. Pasalnya upaya tersebut justru mencoreng upaya untuk menekan angka perokok sebelumnya.

Rokok juga dinilai sebagai penyebab terbesar bagi penyakit yang ada di Indonesia. Hal itu mempengaruhi penggunaan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk membiayai pengobatan penyakit tersebut.

"Penyakit tidak menular terus meningkat, ini akan menambah financial bleeding Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan," terang Tulus.

Salah satu penyebab peningkatan penyakit tidak menular adalah perilaku merokok. Oleh karena itu penting bagi pemerintah menaikkan cukai agar mencegah konsumsi rokok.

Asal tahu saja, pemerintah memiliki kewenangan menaikkan cukai rokok hingga 57%. Namun, hingga saat ini cukai rokok di Indonesia masih sebesar 40%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×