kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

TNI waspadai peringatan hari jadi OPM 1 Desember mendatang


Kamis, 03 November 2011 / 16:48 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi. Baru dimulai, banyak diskon 35% dan 50% di katalog promo Hari Hari KJSM 17 Desember. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Tentara Nasional Indonesia (TNI) mewaspadai peringatan hari jadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember mendatang. Sebab, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mensinyalir, tiga peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini berujung pada peringatan OPM.

Tiga peristiwa itu yakni ketegangan antara manajemen PT Freeport Indonesia dengan karyawannya, Konggres Rakyat Papua III dan penembakan terhadap Kapolsek Kota Mulia Ajun Komisaris Dominggus Otto Awes. "Kami tetap waspada. Saya memahami bahwa semua kegiatan ini berujung pada 1 Desember," kata Agus, Kamis (3/11).

Agus mengatakan, kondisi keamanan Papua sudah berangsur membaik dan kondusif. Katanya, pemerintah sedang mencari solusi menyelesaikan masalah di Papua.

Sebelumnya, pemerintah mengidentifikasi empat masalah di Papua. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyebutkan keempat masalah itu yakni masalah separatisme, aksi mogok karyawan Freeport, disparitas ekonomi dan pemilihan kepala daerah. TNI sendiri akan fokus mengatasi masalah separatisme.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×