kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Tinggal 2 bulan, penyerapan anggaran PEN baru terealisasi 49,5%


Senin, 19 Oktober 2020 / 15:38 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan, sampai dengan 14 Oktober 2020, realisasi penyaluran dana program pemulihan ekonomi nasional (PEN) telah mencapai Rp 344,11 triliun atau baru 49,5% dari pagu sebesar Rp 695,2 triliun.

Padahal, waktu untuk menyalurkan anggaran yang menyebabkan defisit anggaran membengkak itu tinggal sekitar dua bulan lagi, atau sampai akhir tahun ini. Hal tersebut sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020 yang merupakan payung hukum program PEN.

Secara lebih rinci, realisasi anggaran kesehatan sebesar Rp 27,59 triliun, perlindungan sosial Rp 167,08 triliun, sektoral K/L dan pemda Rp 28 triliun, insentif usaha Rp 29,68 triliun, dukungan UMKM Rp 91,77 triliun. Sementara, pembiayaan korporasi menunggu waktu yang tepat, alias belum terealisasi sama sekali.

Baca Juga: Jokowi: Informasi soal vaksin corona harus detail, agar tidak dipelintir dan didemo

Kendati demikian, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi program PEN mengalami akselerasi yang signifikan selama bulan Agustus dan September 2020. Penyerapan belanja PEN pada bulan September tumbuh 46,9% dari bulan Agustus.

Akselerasi tersebut didukung oleh percepatan belanja penanganan Covid-19 dan percepatan program PEN lainnya, seperti insentif usaha, DAK fisik, DID pemulihan, dan prakerja, serta adanya program-program baru yang langsung segera direalisasikan seperti bantuan produktif UMKM (BPUM) dan subsidi gaji/upah.

Namun, Sri Mulyani menegaskan, pemerintah pusat berharap pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan baik dalam hal penyaluran anggaran baik yang berasal dari program PEN maupun lainnya.

“Meski pemerintah sudah transfer tapi tidak serta merta mereka lakukan langkah cepat seperti yang kita harapkan. Ini masih sangat tertahan. Ini juga memang karena ada masalah penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) mereka turun. Tapi kita harap program lain masih bisa diupayakan,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi APBN Laporan Periode Realisasi September, Senin (19/10).

Selanjutnya: Sri Mulyani: Pendapatan negara melandai akibat dampak PSBB lanjutan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×