kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Tim penyelam kesulitan angkat ekor AirAsia QZ8501


Jumat, 09 Januari 2015 / 22:18 WIB
Tim penyelam kesulitan angkat ekor AirAsia QZ8501
ILUSTRASI. Space Invaders: World Defense Rilis di Android & iOS, Game Jadul ini Sekarang Jadi AR


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

PANGKALAN BUN. Penyelam TNI Angkatan Laut mengaku kesulitan jika harus terjun ke dasar laut untuk mengangkat bangkai ekor pesawat AirAsia QZ8501, Jumat (9/1) malam ini.

Pada malam hari, arus di bawah air memang tidak besar dan memungkinkan penyelam bisa bergerak dengan bebas. Namun, gelombang di atas permukaan air pada malam hari cukup besar. Sementara penyelam harus turun ke permukaan air dengan menggunakan perahu karet.

Selain itu, jarak pandang penyelam di bawah air pada malam hari juga terbatas, bahkan bisa mencapai nol hingga setengah meter. Penyelam harus menggunakan senter dalam air sebagai alat bantu.

"Akan sulit pada malam hari, bagusnya besok pagi," kata Serka Marinir Boflen Sirait di KRI Banda Aceh, Jumat malam.

Akan tetapi, Boflen dan semua pasukan mengaku siap jika memang harus turun pada malam hari. Perintah untuk menyelam pada malam hari ini memang datang langsung dari Panglima TNI Jenderal (TNI) Moeldoko yang sedang memantau proses pengangkatan ekor pesawat dari dasar laut.

Moeldoko beranggapan, penyelam tidak akan terlalu mengalami kesulitan karena tinggal melakukan tahapan terakhir, yakni mengaitkan crane kapal Crest Onyx ke tali yang sudah diikatkan ke ekor pesawat. Kapal Crest Onyx milik SKK Migas ini bisa mengangkat beban hingga 50 ton.

"Kalau memang sudah perintahnya begitu, kita siap," kata Boflen.

Hingga pukul 19.40 WIB, semua penyelam sudah bersiap di atas geladak helikopter KRI Banda Aceh. Namun, belum diputuskan apakah penyelaman jadi dilakukan atau tidak. (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×