kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Tiga Menteri melepas yacht rally di Kupang


Senin, 05 Agustus 2013 / 08:00 WIB
Tiga Menteri melepas yacht rally di Kupang
ILUSTRASI. Inflasi Amerika Serikat mencapai 7,9% membuat pelaku pasar berasumsi kenaikan suku bunga The Fed akan lebih agresif. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nym.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tiga Menteri akhirnya melakukan pelepasan secara resmi yacht rally sebagai kegiatan inti dari Sail Komodo 2013. Acara ini dihelat dalam upaya mengembangkan pariwisata daerah.

Pelepasan yacht rally dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono selaku Ketua Panitia Pengarah Sail Komodo 2013 didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya. Acara dilakukan di Pantai Koapan, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari Minggu, (4/8).

Adapun Menteri lain yang mendampingi adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu.

Even yacht rally sendiri sangat berarti bagi Indonesia. Sebab, Sail Komodo 2013, menurut Agung, sarat dengan semangat pembangunan kelautan, termasuk wisata bahari. "Tujuan penyelenggaraan Sail Komodo yaitu mempromosikan NTT sebagai destinasi utama pariwisata dunia dan mengembangkan rute pelayaran kapal-kapal dan yacht ke perairan Indonesia," ujar Agung dalam siaran pers yang diterima KONTAN.

Menurut Sharif, saat ini jumlah peserta yacht rally yang telah memasuki perairan laut Indonesia tercatat 106 yacht, yang berasal dari 26 negara. Dari jumlah tersebut, 87 yacht masuk melalui Kupang. Sementara sisanya masuk melalui Saumlaki, Sangihe, dan Tarakan.

"Fakta tersebut menunjukkan bahwa para yachters memandang NTT sebagai wilayah yang patut dikunjungi karena potensi obyek pariwisatanya yang beragam," papar Sharif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×