kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.930   30,00   0,17%
  • IDX 6.316   -24,47   -0,39%
  • KOMPAS100 834   -5,35   -0,64%
  • LQ45 631   -5,49   -0,86%
  • ISSI 217   -0,78   -0,36%
  • IDX30 356   -2,80   -0,78%
  • IDXHIDIV20 440   -3,20   -0,72%
  • IDX80 95   -0,75   -0,78%
  • IDXV30 118   -0,48   -0,40%
  • IDXQ30 114   -0,98   -0,85%

Tiga jenazah korban AirAsia kembali ditemukan


Jumat, 23 Januari 2015 / 15:46 WIB
ILUSTRASI. Naik 53%, Cerestar Indonesia (TRGU) Bukukan Pendapatan Rp2,4 triliun di Semester 1 2023


Sumber: TribunNews.com | Editor: Uji Agung Santosa

PANGKALAN BUN. Tim penyelam kembali menemukan jenazah di balik reruntuhan serpihan badan (main body) pesawat AirAsia QZ8501, dasar Laut Jawa dekat Selat Karimata, Kalimantan Tengah pada Jumat (23/1/2015) pagi.

"Ditemukan oleh tim penyelam pertama jam 6 pagi tadi," kata Direktur Operasional Basarnas, Marsekal Pertama SB Supriyadi di Posko Utama Pencarian AirAsia QZ8501, Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng.

Ketiga jenazah diangkat ke atas kapal KRI Banda Aceh. "Kemungkinan masih banyak. Mereka sedang periksa reruntuhan itu dulu. Mudah-mudahan ketemu lagi," terangnya.
Selain ketiga jenazah itu, saat ini enam jenazah masih disimpan di cold storage RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun.

Keenam jenazah tersebut juga ditemukan oleh tim penyelam dari lokasi yang sama pada Kamis (22/1/2015) kemarin.

Dengan kedua temuan tersebut, maka memasuki hari ke-27 masa pencarian sudah ditemukan 62 jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Sebanyak 100 penumpang dan awak pesawat lainnya belum ketahui keberadaan dan nasibnya.

Namun, Basarnas memperkirakan sebagian besar penumpang dan awak pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura yang jatuh di Selat Karimata sejak Minggu, 28 Desember 2014 tersebut masih terperangkap di dalam badan pesawat.(Abdul Qodir)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×