kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.926   26,00   0,15%
  • IDX 6.307   -32,66   -0,52%
  • KOMPAS100 832   -7,17   -0,85%
  • LQ45 630   -6,63   -1,04%
  • ISSI 217   -0,89   -0,41%
  • IDX30 355   -3,55   -0,99%
  • IDXHIDIV20 440   -3,97   -0,89%
  • IDX80 95   -0,90   -0,94%
  • IDXV30 118   -0,64   -0,54%
  • IDXQ30 114   -1,17   -1,02%

Akta kematian korban AirAsia belum diterbitkan


Kamis, 22 Januari 2015 / 12:29 WIB
ILUSTRASI. Twibbon Hari Jadi Kota Padang 2023.


Sumber: Surya Online | Editor: Uji Agung Santosa

SURABAYA. Pemerintah Kota Surabaya tidak mau terburu-buru menerbitkan akta kematian korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 karena masih menunggu seluruh proses evakuasi yang dilakukan Basarnas.

"Ini masalah kompleks. Kami tak ingin di kemudian hari ada yang mempermasalahkan hal ini, apalagi menyangkut ahli waris. Oleh karenanya, kami ingin setiap langkah yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Rabu (21/1/2015).

Menurut dia, tragedi pesawat AirAsia QZ8501 masih menyisakan sejumlah permasalahan yang perlu mendapat perhatian, utamanya terkait asuransi, transaksi rekening korban, serta hak ahli waris.

Untuk itu, Pemkot Surabaya menggelar pertemuan dengan OJK juga dihadiri perwakilan Basarnas, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya serta para keluarga korban.

Risma mengatakan dalam rangka memfasilitasi keluarga korban untuk penanganan asuransi serta pengamanan rekening bank para korban, pemkot telah mengirimkan surat tertanggal 5 Januari 2015.

Surat tersebut ditujukan pada Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia, dan Dewan Asuransi Indonesia.
Isinya terkait permohonan pengecekan data serta fasilitasi klaim asuransi para korban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×