kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Tiga hal penting menyikapi ACFTA


Senin, 11 April 2011 / 20:21 WIB
ILUSTRASI. Nasabah menggunakan anjungan tunai mandiri Bank BRI di Tangerang Selatan


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Menteri koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa memaparkan tiga hal penting yang perlu disikapi dalam konteks pemberlakuan perjanjian perdagangan Indonesia-China ACFTA (ASEAN China Free Trade Agreement).

Pertama, ACFTA harus menjunjung balance trade (perdagangan yang berjalan seimbang). Kalau tidak terjadi balance trade maka harus ada pembahasan kembali. "Maka kita harus duduk bersama membicarakan itu agar menjadi seimbang," jelasnya.

Menurut Hatta, kondisi perdagangan China-Indonesia melalui skema ACFTA saat ini terjadi tidak seimbang. Sesuai kesepakatan pertemuan bilateral sebelumnya antara Menteri Perdagangan Indonesia-China, jika terjadi ketidakseimbangan perdagangan dapat mengajukan protes.

Kedua, tidak boleh ada industri dalam negeri yang terkena ekses akibat pemberlakuan ACFTA. Oleh karena itu dipasang rambu safeguard yang semua itu harus berjalan.

Ketiga, juga harus ada upaya peningkatan capacity building pada sisi industri dalam negeri. "Dengan meningkatkan daya saing terkait dengan infrastruktur. Daya saing banyak supaya dalam jangka panjang bisa bersaing," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×