kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.922   11,00   0,06%
  • IDX 6.418   83,12   1,31%
  • KOMPAS100 847   11,77   1,41%
  • LQ45 638   5,68   0,90%
  • ISSI 221   3,45   1,58%
  • IDX30 359   2,35   0,66%
  • IDXHIDIV20 442   1,18   0,27%
  • IDX80 96   1,23   1,29%
  • IDXV30 120   0,81   0,68%
  • IDXQ30 115   0,49   0,43%

Tiga hal penting menyikapi ACFTA


Senin, 11 April 2011 / 20:21 WIB
ILUSTRASI. Nasabah menggunakan anjungan tunai mandiri Bank BRI di Tangerang Selatan


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Menteri koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa memaparkan tiga hal penting yang perlu disikapi dalam konteks pemberlakuan perjanjian perdagangan Indonesia-China ACFTA (ASEAN China Free Trade Agreement).

Pertama, ACFTA harus menjunjung balance trade (perdagangan yang berjalan seimbang). Kalau tidak terjadi balance trade maka harus ada pembahasan kembali. "Maka kita harus duduk bersama membicarakan itu agar menjadi seimbang," jelasnya.

Menurut Hatta, kondisi perdagangan China-Indonesia melalui skema ACFTA saat ini terjadi tidak seimbang. Sesuai kesepakatan pertemuan bilateral sebelumnya antara Menteri Perdagangan Indonesia-China, jika terjadi ketidakseimbangan perdagangan dapat mengajukan protes.

Kedua, tidak boleh ada industri dalam negeri yang terkena ekses akibat pemberlakuan ACFTA. Oleh karena itu dipasang rambu safeguard yang semua itu harus berjalan.

Ketiga, juga harus ada upaya peningkatan capacity building pada sisi industri dalam negeri. "Dengan meningkatkan daya saing terkait dengan infrastruktur. Daya saing banyak supaya dalam jangka panjang bisa bersaing," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×