kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.924   13,00   0,07%
  • IDX 6.389   54,34   0,86%
  • KOMPAS100 842   6,62   0,79%
  • LQ45 635   2,71   0,43%
  • ISSI 220   2,36   1,08%
  • IDX30 357   1,03   0,29%
  • IDXHIDIV20 441   0,16   0,04%
  • IDX80 96   0,76   0,79%
  • IDXV30 119   0,42   0,36%
  • IDXQ30 114   0,10   0,09%

Hatta: RI tidak akan mundur dari ACFTA


Kamis, 07 April 2011 / 19:16 WIB
ILUSTRASI. Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau monitor citra satelit cuaca di gedung BMKG, Jakarta, Jumat (10/1/2020).


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Menteri Koordinasi Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, Pemerintah Indonesia tidak akan mundur dari kesepakatan yang ditandatangani dengan Pemerintah China terkait Asean China Free Trade Agreement (ACFTA).

Hal disampaikan Hatta usai mengikuti rapat terbatas di kantor Kepresidenan, Kamis (7/4). Diakui oleh Hatta, pasca berlakunya ACFTA sejak 1 Januari 2010 muncul berbagai ekses negatif. Sebut saja adanya ketimpangan perdagangan Indonesia-China. "Sekarang ada beberapa yang tidak balance sebut saja baja dan sebagainya," paparnya.

Sebelumnya, hasil monitoring Kementerian Perindustrian menunjukkan lima sektor industri terpukul oleh implementasi perjanjian perdagangan bebas itu karena kalah bersaing dengan produk China. Kemenperin juga menemukan indikasi tindakan dumping pada 38 produk yang diimpor dari China melalui skema ACFTA.

Survei Kemenperin mengungkapkan, pemberlakuan ACFTA menekan kinerja lima sektor industri yang diteliti, yakni elektronik, furnitur, logam danproduk logam, permesinan, serta tekstil dan produk tekstil. Berdasarkan data statistik, instansi itu menemukan korelasi kuat antara pemberlakuan ACFTA dan penurunan produksi di lima sektor tersebut.

Makanya, Hatta meminta agar kesepakatan ini untuk dihentikan terlebih dulu. Mengevaluasi kembali kesepakatan ACFTA agar terjadi keseimbangan dalam perdagangan kedua negara. "Saya minta dihentikan dulu. Mari kita bicara bagaimana hal ini bisa menjadi seimbang," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×