kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.565   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tiga BUMN dapat suntikan modal sebesar Rp 2,8 triliun


Jumat, 22 Oktober 2010 / 10:08 WIB
ILUSTRASI. Deretan Mobil di Pelabuhan Indonesia Kendaraan Terminal


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Tiga perusahaan plat merah mendapatkan suntikan dana segar dari pemerintah. Ketiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu adalah PT Penjaminan Infratruktur Indonesia (PII), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), dan Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

Suntikan modal ini telah mendapatkan lampu hijau dari Komisi XI DPR, Kamis (21/10) malam. Total dana suntikan modal dari pemerintah itu sebesar Rp 2,8 triliun.

Untuk PII mendapat Rp 1 triliun, sedangkan Askrindo dan Jamkrindo sebesar Rp 1,8 triliun. Penyertaan modal negara ini untuk mendukung ekspansi bisnis ketiga BUMN itu pada 2010 ini.

Wakil Ketua Komisi XI Achsanul Qosasih berharap suntikan modal ini bisa mendorong upaya pemerintah meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. "Para bupati harus memanfaatkan ini, untuk mendorong pembangunan di daerahnya," terang Achsanul, Jumat (22/10).

Bagi Askrindo dan Jamkrindo, DPR berharap bisa mendorong penyaluran KUR hingga Rp 18 triliun pada 2010. Ini sesuai dengan gearing ratio yang mencapai 10 kali lipat dari nilai penjaminan. "Ke depan, bank-bank tidak perlu takut lagi, karena kemampun penjaminan KUR sudah meningkat," kata Achsanul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×