kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Terpopuler: Rupiah berpeluang dekati Rp 12.000, saham-saham yang diuntungkan


Selasa, 14 Januari 2020 / 07:47 WIB
Terpopuler: Rupiah berpeluang dekati Rp 12.000, saham-saham yang diuntungkan
ILUSTRASI. Petugas Money Changer menghitung uang pecahan 100 USD di salah satu money changer di Jakarta, Senin (13/1). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot pada Senin (14/1/2020) kembali mengalami penguatan yang signifikan.

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berikut sejumlah artikel terpopuler di Kontan.co.id:

Tahun ini, rupiah berpeluang mendekati level Rp 12.000 

Kurs rupiah terus menguat terhadap dolar AS. Bahkan, Senin (13/1), rupiah di level terkuat dalam 21 bulan terakhir ditopang optimisme pasar karena Amerika Serikat (AS)-China akan meneken perjanjian dagan fase pertama di pekan ini.

Mengutip Bloomberg di pasar spot, rupiah masih menguat 0,71% ke level Rp 13.673 per dolar AS. Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengatakan, saat ini rupiah sedang dalam tren bulish.

Artikel Selengkapnya: Tahun ini, rupiah berpeluang mendekati level Rp 12.000

Dukungan Windows 7 setop mulai 14 Januari, pengguna harus lakukan ini

Microsoft bakal menghentikan dukungan sistem operasi Windows 7 mulai Selasa (14/1). Mereka sudah mengumumkan rencana itu sejak kurang lebih setahun yang lalu.

Keputusan Microsoft tersebut tentu menimbulkan tanda tanya, bagaimana nasib pengguna yang memiliki komputer desktop atau laptop yang masih menjalankan Windows 7 setelah 14 Januari?

Artikel Selengkapnya: Dukungan Windows 7 setop mulai 14 Januari, pengguna harus lakukan ini

Rupiah menguat, saham-saham ini yang diuntungkan

Pada penutupan di pasar spot Senin (13/1), rupiah masih melanjutkan penguatan dari pekan sebelumnya. Asal tahu saja, pada  Jumat (10/1), rupiah berada pada level Rp 13.675. Hari ini, rupiah menguat 0,72% ke level Rp 13.673 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan penguatan ini menjadi sentimen positif bagi emiten yang menggunakan dolar sebagai beban Harga Pokok Penjualan (HPP) atau importir.

Artikel Selengkapnya: Rupiah menguat, saham-saham ini yang diuntungkan




TERBARU

Close [X]
×