Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
Seperti diketahui teror tersebut menewaskan satu keluarga di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah merupakan bencana sosial tindak kejahatan dan aksi teror.
Kasus pembunuhan yang menewaskan empat orang itu sempat menyebabkan warga sekitar ketakutan lalu lari ke hutan untuk bersembunyi. Kemudian 150 kepala keluarga (KK) di desa tersebut kini diungsikan untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan.
Kepala Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Deki Basalulu, Jumat (4/12), mengaku senang menerima bantuan dari Kemensos berupa barang/bahan dan uang sampai saat ini dari berbagai pihak disalurkan kepada keluarga korban dan warga yang mengungsi setelah serangan teroris di Dusun Lewono, salah satu lokasi permukiman transmigrasi lokal di desa itu.
Baca Juga: Jokowi kutuk keras aksi terorisme di Sigi dan tegaskan tak ada tempat bagi mereka
Dia mengatakan ada empat korban yang dibunuh teroris secara keji. Mereka itu satu keluarga.
Menurut Kades Deki, bantuan terutama logistik bahan makanan masih sangat dibutuhkan warga, sebab dalam beberapa hari setelah serangan teroris yang menelan korban jiwa empat orang itu, kebanyakan warga tidak beraktivitas di kebun, karena masih trauma berat.
Ia menambahkan pada malam hari pasca peristiwa itu, warga transmigrasi SP-1 Dusun Tokelemo memilih untuk kumpul di satu tempat dan nanti kembali ke rumah pagi hari.
Saat ini rumah-rumah warga transmigrasi Lewono yang rusak dan dibakar kembali dibangun oleh aparat kepolisian bersama anggota TNI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)