kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Temui Warga NTT, Mendagri Siapkan Bantuan Perbaikan Rumah Terdampak Gempa Rp 70 Juta


Selasa, 18 Agustus 2026 / 18:12 WIB
Temui Warga NTT, Mendagri Siapkan Bantuan Perbaikan Rumah Terdampak Gempa Rp 70 Juta
ILUSTRASI. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian (KONTAN/Hervin Jumar)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menemui warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait kerusakan rumah, air bersih hingga kebutuhan logistik.

Tito meminta pemerintah daerah mempercepat pendataan kondisi rumah warga agar bantuan perbaikan dapat segera disalurkan. Pendataan tersebut harus mencakup identitas pemilik rumah serta tingkat kerusakan, mulai dari ringan, sedang hingga berat. 

"Ya Ibu, mohon maaf, nanti bupati juga saya sampaikan secepat mungkin didata tiap orang rumahnya, desa ini rumahnya siapa, kemudian rusak ringan, sedang, atau berat," ujar Tito dalam keterangan resminya, Selasa (18/8/2026). 

Baca Juga: Prabowo Usulkan M Sardjito Jadi Calon Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Menurut Tito, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak gempa. Besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah.

"Karena nanti yang rusak ringan itu dibantu oleh BNPB, pemerintah, ada nanti dikasih tahu," tuturnya.

Stimulus perbaikan rumah tersebut berada pada kisaran Rp15 juta hingga Rp70 juta, bergantung pada tingkat kerusakan bangunan.

Dalam kunjungan itu, sejumlah warga juga mengeluhkan kondisi air yang mereka konsumsi. Tito menyatakan keluhan tersebut akan diteruskan kepada kementerian/lembaga terkait bersama pemerintah daerah untuk segera ditangani.

Tito juga mengecek kondisi kelistrikan di wilayah tersebut. Warga menyampaikan bahwa aliran listrik di rumah mereka sudah kembali menyala.

Usai berdialog dengan warga, Tito mencari Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat dan menitipkan bantuan pribadi sebesar Rp50 juta untuk dibagikan kepada warga terdampak.

"Ibu kuat ya, ini siapa ini? Ketua RT-nya, ya? Titip ini ada Rp50 (juta), bagi-bagi ya," kata Tito.

Sebelumnya, Tito juga meminta pemerintah daerah mempercepat pendataan sekolah dan rumah ibadah yang rusak akibat gempa di sejumlah wilayah NTT. Menurutnya, data tersebut diperlukan agar kementerian terkait dapat segera menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi.

Baca Juga: Ekonom: Target Ekonomi 6% pada 2027 Cukup Ambisius di Tengah Konsolidasi Fiskal

"Pak Bupati, tolong, Pak didatakan juga sekolah-sekolah dan rumah ibadah, berapa jumlah SD, SMP, SMA, atau PAUD. Setelah itu, tingkat kerusakannya ringan, sedang, berat. Secepat mungkin, makin cepat didata, makin cepat juga kita bergerak," ujar Tito.

Tito menegaskan, proses belajar mengajar harus tetap berjalan meski sejumlah sekolah mengalami kerusakan berat. Pemerintah dapat menyiapkan tenda darurat dan perlengkapan belajar sementara sambil menunggu rehabilitasi sekolah.

Dengan percepatan pendataan, pemerintah berharap penyaluran bantuan perbaikan rumah sekaligus pemulihan fasilitas publik terdampak gempa NTT dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×