Reporter: Hervin Jumar | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha, komunitas, hingga lembaga sosial untuk menekan pemborosan pangan (food waste) sekaligus memperluas penyaluran pangan berlebih kepada masyarakat yang membutuhkan.
Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, mengatakan upaya penyelamatan pangan tidak dapat dilakukan secara parsial mengingat persoalan sisa pangan melibatkan banyak pihak dalam rantai pasok pangan.
"Penanganan sisa pangan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat agar pangan berlebih yang masih layak konsumsi dapat dimanfaatkan secara optimal," ujar Nita dalam kegiatan koordinasi Penguatan Kolaborasi Multi pihak dalam Pencegahan dan Pengurangan Sisa Pangan di Sulawesi Selatan, dikutip pada Senin (22/6/2026).
Baca Juga: Investor Patriot-Merah Putih Bond Kebal Pidana dan Pajak? Ini Jawaban Airlangga
Menurut Nita, Bapanas saat ini mendorong lima strategi utama dalam Gerakan Selamatkan Pangan (GSP), yakni penguatan kerangka kerja penyelamatan pangan, penguatan kebijakan, implementasi aksi penyelamatan pangan, pengembangan kolaborasi multi pihak, serta sinkronisasi program pusat dan daerah.
Ia mengungkapkan, dukungan pemerintah daerah terhadap program tersebut terus meningkat. Hingga kini, sebanyak 17 provinsi dan 54 kabupaten/kota telah menerbitkan instruksi maupun surat edaran kepala daerah terkait penyelamatan pangan, termasuk Provinsi Sulawesi Selatan.
Bapanas juga menilai pelaporan kegiatan penyelamatan pangan melalui platform Stop Boros Pangan menjadi instrumen penting untuk mengukur efektivitas program sekaligus memperkuat basis data pengurangan sisa pangan di daerah.
Sebagai bagian dari penguatan program, Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah penerima bantuan mobil penyelamatan pangan pada 2026.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas kerja sama dengan sektor swasta, termasuk hotel dan restoran, guna mempercepat distribusi pangan surplus yang masih layak konsumsi.
Baca Juga: Bapanas Dorong Ritel Perkuat Kolaborasi Penyelamatan Pangan untuk Tekan Food Waste
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Kemal Redindo Syahrul Putra, mengatakan keberhasilan program penyelamatan pangan sangat bergantung pada sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
Menyikapi hal itu, pihaknya menggandeng sejumlah mitra seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) dalam pelaksanaan program penyelamatan pangan di wilayah tersebut.
"Kolaborasi menjadi kunci dalam penyelamatan pangan. Tidak ada satu pihak pun yang bisa bekerja sendiri. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, pangan surplus yang masih aman dan layak konsumsi dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus mengurangi potensi pemborosan pangan," kata Kemal.
Di sisi lain, aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam proses penyelamatan pangan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyebut, telah menyiapkan fasilitas laboratorium keamanan pangan, cold storage, dan armada distribusi yang dapat dimanfaatkan bersama mitra perhotelan dan restoran untuk menjaga kualitas pangan sebelum disalurkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













