kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Target Pemasangan Air Minum Tidak Tercapai, Jokowi Bakal Keluarkan Inpres


Selasa, 24 Oktober 2023 / 15:28 WIB
Target Pemasangan Air Minum Tidak Tercapai, Jokowi Bakal Keluarkan Inpres
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengeluarkan instruksi Presiden (Inpres) terkait air minum.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengeluarkan instruksi Presiden (Inpres) terkait air minum. 

Hal ini disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bappenas Suharso Monoarfa dalam memaparkan hasil rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta, Senin (23/10). 

"Disetujui oleh Bapak Presiden untuk dibentuk Inpres (Instruksi Presiden) air minum," ujar Suharso Monoarfa dalam keterangannya kepada awak media. 

Suharso menjelaskan bahwa dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024, target pemasangan air minum di perumahan adalah 10 juta sambungan rumah. Namun, hingga tahun 2023, baru tersambung sebanyak 3,8 juta rumah.

"Nah gap yang hampir 6,2 juta lah kita mau coba atasi pada tahun depan tanpa harus membangun air baku karena kebetulan sumber airnya kita sudah punya," ungkap Suharso.

Baca Juga: Pembentukan Inpres Terkait Air Minum Disetujui Presiden Jokowi

Suharso menyebut, saat ini Indonesia memiliki idle capacity sekitar 38 ribu liter yang dapat disambungkan ke lebih dari 3 juta sambungan rumah di seluruh Indonesia. 

Meski demikian, Presiden menginstruksikan agar rumah-rumah yang mendapatkan sambungan tersebut diprioritaskan bagi rumah-rumah yang berada di daerah dengan tingkat stunting tinggi.

"Terutama yang membutuhkan intervensi pengadaan air bersih yang lebih baik," ucap Suharso.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×