kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Target defisit 1,5% untuk peroleh SILPA Rp 32,5 triliun


Rabu, 15 Desember 2010 / 10:46 WIB


Reporter: Bambang Rakhmanto | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pemerintah memprediksi akan memperoleh Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) dalam APBNP-2010 sebesar Rp 32,5 triliun jika mampu menekan defisit APBN menjadi 1,5%,

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Agus Supriyanto mengatakan, dalam APBNP 2010 defisit anggaran dipatok 2,1% atau Rp 133,7 triliun. Namun, pada akhir semester pertama, pemerintah memprediksi realisasinya bisa lebih rendah, yakni hanya 1,5% atau Rp 95,1 triliun. Hal ini sejalan dengan penurunan target pembiayaan sebesar Rp 15,5 triliun.

"Kalau ingin capai defisit 1,5%, pemerintah harus mampu menyerap anggaran hingga akhir tahun sebesar 90%," ujar Agus.

Lanjut Agus, kalau ingin mencapai defisit 1,5%, pemerintah harus belanja Rp 90 triliun. Namun, melihat kemampuan serap bulan Desember, sepertinya tidak mungkin tercapai. Estimasi bila Desember 2010 bisa serap 23%, maka secara nominal penyerapan sekitar Rp 86 triliun.

Jika berkaca pada pola penyerapan anggaran selama periode 2006-2009, rata-rata kemampuan belanja kementerian/lembaga (K/L) pada Desember sekitar 20%-23% dari pagu atau sekitar Rp 50 triliun - Rp 74 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×