kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Target defisit 1,5% untuk peroleh SILPA Rp 32,5 triliun


Rabu, 15 Desember 2010 / 10:46 WIB


Reporter: Bambang Rakhmanto | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pemerintah memprediksi akan memperoleh Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) dalam APBNP-2010 sebesar Rp 32,5 triliun jika mampu menekan defisit APBN menjadi 1,5%,

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Agus Supriyanto mengatakan, dalam APBNP 2010 defisit anggaran dipatok 2,1% atau Rp 133,7 triliun. Namun, pada akhir semester pertama, pemerintah memprediksi realisasinya bisa lebih rendah, yakni hanya 1,5% atau Rp 95,1 triliun. Hal ini sejalan dengan penurunan target pembiayaan sebesar Rp 15,5 triliun.

"Kalau ingin capai defisit 1,5%, pemerintah harus mampu menyerap anggaran hingga akhir tahun sebesar 90%," ujar Agus.

Lanjut Agus, kalau ingin mencapai defisit 1,5%, pemerintah harus belanja Rp 90 triliun. Namun, melihat kemampuan serap bulan Desember, sepertinya tidak mungkin tercapai. Estimasi bila Desember 2010 bisa serap 23%, maka secara nominal penyerapan sekitar Rp 86 triliun.

Jika berkaca pada pola penyerapan anggaran selama periode 2006-2009, rata-rata kemampuan belanja kementerian/lembaga (K/L) pada Desember sekitar 20%-23% dari pagu atau sekitar Rp 50 triliun - Rp 74 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×