kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Tantiem Komisaris BUMN Dihapus, Danantara: Bisa Hemat Rp 8,2 Triliun


Jumat, 17 Oktober 2025 / 11:18 WIB
Tantiem Komisaris BUMN Dihapus, Danantara: Bisa Hemat Rp 8,2 Triliun
ILUSTRASI. Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Pandu Patria Sjahrir ungkap Danantara bisa menghemat Rp 8,2 triliun dengan hapus tantiem komisaris BUMN


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Pandu Patria Sjahrir menegaskan, pihaknya berhasil menghemat Rp 8,2 triliun karena melakukan penghapusan tantiem bagi komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pandu menjelaskan, dana yang cukup besar tersebut nantinya bisa digunakan untuk investasi Danantara berikutnya.

“Danantara save kurang lebih Rp 8,2 triliun yang sekarang uangnya bisa digunakan. Nantinya, saving itu untuk investasi dari tantiem komisaris,” ujarnya dalam talkshow bertajuk 1 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Baca Juga: Danantara Siap Gelontorkan Dana Jumbo ke Pasar Modal, Cermati Saham Pilihan Analis

Pandu mengungkapkan, memang tantiem dan bonus bagi komisaris di perusahaan pelat merah di tanah air merupakan yang tertinggi di antara negara-negara lain. Untuk itu, hal tersebut yang menjadi landasan dalam pengambilan kebijakan ini.

“Kita compare (bandingkan) komisaris-komisaris kita dibandingkan secara dunia, sorry to say, memang terlalu mahal. Jadi harus kita ubah secara tantiem dan segala macam,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, bakal menghilangkan tantiem bagi direksi dan komisaris BUMN, lantaran besaran nilai yang diterima begitu besar dan dinilai akal-akalan saja.

"Dan saya hilangkan tantiem. Tantiem akal-akalan saja. Saya pun tidak mengerti apa tantiem itu, itu akal-akalan mereka saja. Masa ada komisaris yang rapat sebulan sekali, tantiemnya Rp 40 miliar setahun," ujarnya dalam sidang RAPBN 2026 dan Nota Keuangan, Jumat (15/8/2025).

Baca Juga: Danantara Akan Investasi Rp 16 Triliun Ke Pasar Modal, Saham Apa yang Akan Dilirik?

Berdasarkan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023 Tahun 2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara dijelaskan bahwa tantiem merupakan Penghasilan yang merupakan penghargaan yang diberikan kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN apabila perusahaan memperoleh laba dan tak mengalami kerugian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×