kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Tambah dana penanganan corona, pemerintah tak perlu potong gaji PNS


Kamis, 23 April 2020 / 15:26 WIB
ILUSTRASI. Tambah dana penanganan corona, pemerintah tak perlu potong gaji PNS


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Khomarul Hidayat

Senada, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai pemotongan gaji PNS tidak terlalu efektif. Apabila ada pemotongan, akan lebih baik bila yang potong adalah tunjangan pegawai.

"Tunjangan jabatan itu kan lebih dari cukup. Minimal pejabat berempati dan berinisiatif untuk meningkatkan anggaran perlindungan ke masyarakat," ujar Enny.

Pemotongan tunjangan ini, kata Enny, disesuaikan dengan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah. Apabila masa PSBB ini selesai, maka pemotongan tunjangan bisa dihentikan.

Namun, apabila para pejabat tidak ingin gajinya dipangkas, mereka harus benar-benar mengalokasikan uang rakyat untuk kepentingan rakyat juga. Selain itu, Enny menyarankan agar kartu prakerja sementara ditiadakan.

Lalu, anggarannya bisa langsung dialokasikan untuk masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Dikarenakan data pegawai yang di-PHK sudah jelas, Enny menyarankan agar pemerintah bisa menggunakan data tersebut.

"Alangkah baiknya ada empati, tapi minimal kalau pun nggak ya itu tadi anggaran-anggaran perlindungan sosial milik negara yang katanya didedikasikan untuk mitigasi Corona harus benar-benar mampu memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang terkena dampak," kata dia.

Baca Juga: Kemendag potong anggaran Rp 731,7 miliar untuk tangani Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×