kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Tambah anggaran DID menjadi Rp 15 triliun, daerah wajib dorong investasi dan ekspor


Kamis, 12 September 2019 / 15:40 WIB
Tambah anggaran DID menjadi Rp 15 triliun, daerah wajib dorong investasi dan ekspor
ILUSTRASI. APBN


Reporter: Grace Olivia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menambah kucuran dana ke daerah dalam bentuk Dana Insentif Daerah (DID) menjadi Rp 15 triliun untuk tahun 2020. 

Anggaran DID tersebut lebih tinggi dari tahun ini yang hanya Rp 10 triliun. Adapun, anggaran DID memang terus meningkat sejak pertama kali disalurkan yaitu Rp 1,7 triliun pada 2015 lalu. 

DID merupakan alokasi dari pemerintah pusat sebagai insentif bagi daerah yang dianggap memiliki capaian atau perbaikan kinerja di bidang pengelolaan fiskal daerah, pelayanan umum pemerintahan, pelayanan dasar publik, dan kesejahteraan masyarakat. 

Baca Juga: Terungkap, Sri Mulyani rupanya tak suka mata kuliah akuntansi!

Kriteria utama untuk memperoleh DID adalah opini wajar tanpa pengecualian (WTP) oleh BPK atas laporan keuangan pemda, penetapan Perda APBD yang tepat waktu, serta implementasi e-government melalui penggunaan e-budgeting dan e-procurement. 

Selain itu, ada juga sembilan kriteria kategori kinerja yang harus dipenuhi oleh daerah untuk mendapatkan DID. Pertama, kesehatan fiskal dan pengelolaan keuangan daerah meliputi efektivitas belanja daerah, pembiayaan kreatif, mandatory spending, dan ketepatan waktu pelaporan.

Kedua, pelayanan dasar publik bidang pendidikan seperti angka partisipasi murni dan rata-rata nilai ujian nasional. 

Baca Juga: Sri Mulyani meresmikan aplikasi BAS Mobile Online

Ketiga, pelayanan kesehatan seperti penanganan stunting, imunisasi balita, dan fasilitas persalinan. Keempat, pelayanan infrastruktur publik seperti sanitasi dan sumber air minum.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×