Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memberi sinyal tidak akan melanjutkan penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada kuartal II-2026 sebagai stimulus daya beli masyarakat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, strategi pemerintah pada periode ini lebih difokuskan dengan mendorong konsumsi melalui akselerasi belanja pemerintah serta pencairan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dijadwalkan pada Juni 2026.
“Nanti kan ada gaji ke-13, nanti keluar pasti. Jadi kunci pertumbuhan kuartal II adalah daya beli masyarakat dijaga, yang kedua adalah belanja pemerintah tetap digalakkan,” ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Baca Juga: Ekonom CORE Sebut Turunnya Pekerja Formal Jadi Sinyal Pelemahan Struktur Ekonomi
Menurut Purbaya, kondisi daya beli masyarakat saat ini dinilai masih terjaga. Hal tersebut tercermin dari realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% secara tahunan, dengan konsumsi rumah tangga sebagai motor utama.
Ia menepis anggapan bahwa daya beli masyarakat tengah melemah. Purbaya menegaskan, indikator makro justru menunjukkan perbaikan yang cukup solid.
“Artinya yang dibilang orang-orang itu daya beli masyarakat turun, nggak betul dari angka itu. Kalau kritik itu lihat data,” tegasnya.
Pemerintah pun optimistis, kombinasi antara belanja negara yang tetap ekspansif dan konsumsi rumah tangga yang terjaga akan mampu menjaga momentum dan menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













