kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Tahun politik, ketua MPR ingatkan kisah teladan pendiri bangsa


Kamis, 16 Agustus 2018 / 10:32 WIB
Tahun politik, ketua MPR ingatkan kisah teladan pendiri bangsa
ILUSTRASI. Pimpinan MPR


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki tahun politik, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengingatkan kembali tentang kisah teladan para pendiri bangsa.

Ia menceritakan, kisah persahabatan IJ Kasimo dan Mohammad Natsir yang bersepeda bersama setelah debat sengit di parlemen.

"Pak Prawoto, mantan Wakil Perdana Menteri dan saat itu menjadi Wakil Ketua Konstituante adalah pribadi yang jujur, berdedikasi, dan sangat sederhana. Ia tak kunjung memiliki rumah. Ketika hendak membeli rumah yang sudah lama ia kontrak, Pak Kasimo membantunya," kata Zulkifli dalam pidatonya di Gedung DPR MPR, Kamis (16/8).

Ia juga mengingatkan kisah persahabatan Bung Karno dan Bung Hatta yang tetap hangat dan akrab meski sudah tidak bisa bersama lagi. Padahal mereka berbeda pandangan yang tidak ada titik temunya tentang demokrasi.

Selain itu, kisah persahabatan Simatupang dengan Kasman dan Prawoto ketika sama-sama bergerilya akibat agresi Belanda.

"Atau kisah Buya Hamka yang bergegas untuk mengimami shalat jenazah Bung Karno kendati dulu pernah dipenjarakan tanpa proses peradilan. Bagi Buya Hamka perbedaan politik bukan halangan untuk memaafkan," tambahnya.

Pendiri bangsa juga memberi keteladanan bahwa memimpin adalah mengabdi, bukan sekedar jalan mencari kuasa. "Seperti Bung Hatta yang tak mampu membeli Sepatu Bally sampai akhir hayatnya. Atau seperti prinsip yang selalu diajarkan KH Agus Salim: Leiden is Liijden, memimpin adalah jalan menderita," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×