kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Tahun lalu, jutaan lowongan kerja tidak terisi


Kamis, 10 Februari 2011 / 17:10 WIB


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Edy Can

JAKARTA. Sebanyak 32% dari jumlah lowongan kerja yang tersedia ternyata tidak terisi. Penyebabnya karena rendahnya tingkat pendidikan dan tidak sesuainya keahlian dan ketrampilan yang dimiliki pencari kerja dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

Menurut laporan Informasi Pasar Kerja (IPK ) di Provinsi dan Kabupaten/kota yang diterima Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jumlah lowongan kerja mencapai 2.381.841 pada tahun lalu. Namun, lowongan yang terisi hanya 1.620.221 orang.

Karena itu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar akan meminta dinas tenaga kerja dan pengelola pendidikan tinggi mengadakan bursa kerja secara rutin. Menurutnya, bursa tenaga kerja ini untuk mempertemukan secara langsung antara pencari kerja lulusan pendidikan atau universitas yang sedang mencari pekerjaan dengan perusahaan atau pengguna tenaga kerja.

“Bahkan untuk mempermudah pencari kerja, Kemenakertrans pun bekerja sama dengan dinas-dinas tenaga kerja dan universitas untuk mengadakan Bursa Kerja Online (BKOL)," kata Muhaimin.

Untuk meningkatkan keahlian, Muhaimin mengatakan pencari kerja bisa memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK). Bahkan, dia mengatakan para pencari kerja bisa menggunakan Kios 3 in 1 yang memiliki fasilitas dan program pendampingan untuk pelatihan, sertifikasi pelatihan dan penempatan kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×