kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Catat, Februari tahun depan ada sensus penduduk dan berlangsung secara online


Rabu, 27 November 2019 / 17:33 WIB
ILUSTRASI. Pemandangan Kota Jakarta dilihat dari ketinggian di kawasan Jakarta Timur, Kamis (21/11/2019).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy berharap, Sensus Penduduk 2020 mampu menghasilkan data penduduk yang berkualitas dan seragam.

Kelak, data tersebut bisa semua pihak gunakan untuk penyusunan perencanaan maupun pelaksanaan yang terpadu. Maklum, saat ini, kondisi data di Indonesia masih sangat beragam.

“Misalnya, jumlah penduduk Indonesia bila didasarkan dari data BPS dan Bappenas sebesar 264,2 juta jiwa. Sedangkan jika menggunakan data dari Dukcapil Kemendagri sebesar 263,9 juta jiwa,” sebut Muhadjir.

Baca Juga: Tahun depan, pemerintah alokasikan Dana Desa berdasarkan kinerja

Perbedaan tersebut menjadi signifikan, misalnya, dikaitkan dengan penyediaan bahan pangan. Ini menyebabkan tidak optimalnya kebijakan yang pemerintah jalankan.

Untuk membangun satu data kependudukan, Muhadjir bilang, butuh sinkronisasi antara data Dukcapil Kemendagri yang de jure serta teregistrasi sesuai dokumen kependudukan, dan BPS secara de facto melalui sensus.

“Satu Data Kependudukan ini sangat penting untuk perencanaan yaitu memperkuat kebijakan yang direncanakan dan sehingga dapat dilaksanakan semua pihak secara terpadu,” kata Muhadjir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×