kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Tahun depan, pemerintah bakal tambah utang sebesar US$ 5 miliar


Minggu, 20 Desember 2020 / 18:21 WIB
ILUSTRASI. Tahun depan, pemerintah bakal tambah utang sebesar US$ 5 miliar.


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan pemerintah telah melakukan penarikan pinjaman program sebanyak ekuivalen Rp 80 triliun hingga Desember 2020 ini. 

“Secara total sampai Desember ini telah ditarik Rp 80 triliun ekuivalen,” jelas Yustinus Prastowo, Staff Khusus Kementerian Keuangan, Minggu (20/12).

Ia mengatakan,  pinjaman program hingga semester II ini berasal dari lima lembaga multilateral, yaitu World Bank (WB), Asian Development Bank (ADB), Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW), Agence Francaise de Developpement (AFD), dan Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Australia.

Pada kesempatan yang sama, Yustinus memerinci masing-masing pinjaman yang diterima pemerintah sampai Desember ini berasal dari uang USD, EUR, JPY, dan AUD.

Baca Juga: Fundamental Indonesia membaik, credit default swap (CDS) sentuh level terendah di 67

Adapun pinjaman yang sudah dicairkan di semester II berasal dari ADB untuk program CARES dalam rangka penanganan Covid-19 adalah sebesar € 1.4 miliar dan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk program CARES juga yakni sebesar USD 750 juta.

Ia mengatakan, pemerintah masih akan melakukan penarikan yang ditargetkan mencapai Rp 20 triliun hingga akhir tahun 2020.  “Sampai akhir tahun 2020 ditargetkan paling banyak Rp 20 triliunan untuk menarik pinjaman program,” pungkasnya.

Sementara itu, pada 2021 pemerintah juga masih melihat adanya potensi untuk melakukan penarikan pinjaman hingga mencapai lebih dari US$ 5 miliar. Penarikan ini sebagai pelengkap dana di luar dari sumber utama penerbitan Surat  Berharga Negara (SBN).

“Potensi penarikan tahun depan diperkirakan dapat dilakukan hingga di atas US$ 5 miliar sebagai pelengkap selain sumber utama dari SBN,” katanya.  Sebagai informasi tambahan, pada semester I lalu pemerintah telah menarik pinjaman program sebesar US$ 1,84 miliar.

Selanjutnya: Bareksa meraih penghargaan mitra distribusi non-bank terbaik SBN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×