kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

Tahan Banting, Perekonomian Indonesia Tahun 2023 Jauh dari Resesi


Selasa, 08 November 2022 / 06:15 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 akan lebih tinggi dari capaian pertumbuhan pada tahun 2022. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan, pertumbuhan ekonomi tahun depan mencapai 5,30% secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan pada tahun ini yang sebesar 5,20% secara tahunan. 

“Keseluruhan pertumbuhan ekonomi tetap optimistis. Masih tetap kuat di tengah risiko perekonomian pada tahun 2023. Artinya juga, pada tahun depan Indonesia diharapkan jauh dari resesi,” terang Airlangga dalam konferensi pers hasil pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022, Senin (7/11) secara daring. 

Baca Juga: Menko Airlangga Optimistis Indonesia Tahan Hadapi Potensi Resesi Global

Airlangga menambahkan, optimisme tersebut seiring dengan sejumlah faktor. Pertama, konsumsi rumah tangga yang masih akan relatif stabil. Pemerintah masih akan memberikan bantuan perlindungan sosial yang bisa membeli daya beli masyarakat miskin dan miskin ekstrem. 

Kedua, belanja pemerintah yang beralih kepada belanja dengan multiplier effect. Pada tahun 2023, sudah tidak ada lagi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Nah, PEN ini akan beralih ke belanja yang memiliki dampak ganda terhadap pertumbuhan ekonomi. 

Ketiga, investasi akan tetap tumbuh seiring dengan berlanjutnya proyek pembangunan infrastruktur prioritas, proyek strategis nasional, pembangunan ibu kota Nusantara, serta pengembangan industrialisasi. Meski, Airlangga tak menampik ada kemungkinan pertumbuhan investasi yang belum optimal. 

Keempat, ekspor yang masih solid, didukung harga komoditas yang masih tinggi serta ditopang oleh industri manufaktur yang masih ekspansif. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×