kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.094   14,00   0,08%
  • IDX 5.398   9,85   0,18%
  • KOMPAS100 697   -0,12   -0,02%
  • LQ45 543   -1,99   -0,36%
  • ISSI 185   1,71   0,93%
  • IDX30 303   -1,72   -0,57%
  • IDXHIDIV20 400   0,13   0,03%
  • IDX80 80   -0,14   -0,17%
  • IDXV30 112   0,88   0,79%
  • IDXQ30 101   -0,32   -0,31%

Survei BI: Penjualan eceran di kuartal IV-2019 tumbuh 1,5%


Selasa, 11 Februari 2020 / 11:10 WIB
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas di gedung kantor pusat Bank Indonesia (BI) Jakarta, (18/7). 


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pertumbuhan penjualan eceran pada kuartal IV-2019 meningkat tipis dari kuartal sebelumnya. Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI), penjualan eceran pada kuartal tersebut tumbuh 1,5% year on year (yoy) atau lebih tinggi dari 1,4% yoy pada kuartal III-2019.

"Ini ditopang dengan peningkatan penjualan kelompok makanan, minuman dan tembakau, seiring dengan adanya perayaan Natal dan Tahun Baru," tulis BI dalam keterangan resmi terkait SPE, Selasa (11/2).

Baca Juga: BI proyeksikan penjualan ritel di Januari 2020 turun 3,1%

Kelompok komoditas tersebut merupakan satu-satunya kelompok yang mengalami peningkatan penjualan di kuartal terakhir 2019. Hal ini terlihat dari Indeks Penjualan Riil (IPR) nya yang tumbuh 4,1% yoy atau lebih tinggi dari pertumbuhan kuartal sebelumnya yang sebesar 1,4% yoy.

Sementara itu, kelompok komoditas lainnya mengalami kontraksi. Kontraksi terdalam ada pada kelompok Barang Budaya dan Rekreasi. Pertumbuhan IPR kelompok tersebut terkontraksi 14,1% yoy atau lebih dalam 5,9% dari pertumbuhan IPR nya pada kuartal III-2019 yang juga mengalami kontraksi sebesar 8,2% yoy.

Baca Juga: Ketidakpastian ekonomi lebih besar tahun ini, begini respons Sri Mulyani

Lalu disusul dengan dengan sub kelompok sandang. Pertumbuhan IPR sub kelompok tersebut terkontraksi 5,8% yoy atau lebih dalam 5,6% dari kontraksi pertumbuhan IPR di kuartal sebelumnya yang hanya 0,2% yoy.




TERBARU

[X]
×