kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Ditopang Oleh India, Amerika, dan Filipina


Senin, 17 Juli 2023 / 12:30 WIB
Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Ditopang Oleh India, Amerika, dan Filipina
ILUSTRASI. BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2023 kembali mencatatkan surplus US$ 3,45 miliar.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2023 kembali mencatatkan surplus sebesar US$ 3,45 miliar.

Surplus tersebut didorong oleh nilai ekspor yang lebih tinggi pada Juni 2023 sebesar US$ 20,61 miliar dibandingkan dengan nilai impor yang mencapai US$ 17,15 miliar.

Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Atqo Mardiyanto menyampaikan bahwa Indonesia mencatatkan surplus perdagangan nonmigas dengan beberapa negara.

“Tiga negara terbesar yang surplus adalah India, Amerika Serikat, dan Filipina,” tutur Atqo dalam rilis BPS, Senin (17/7).

Baca Juga: Surplus Neraca Perdagangan Juni 2023 Meningkat Menjadi US$ 3,45 Miliar

Dia memerinci, Indonesia mengalami surplus dagang kepada India sebesar US$ 1,24 miliar, Amerika Serikat US$ 1,18 miliar, dan Filipina US$ 827,2 juta.

Surplus neraca perdagangan dengan India ditopang oleh komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati, bahan bakar mineral, dan logam mulia dan perhiasan atau permata.

Baca Juga: BPS: Nilai Impor Juni 2023 Merosot 19,40%

Di sisi lain, Indonesia juga mengalami defisit neraca perdagangan dengan beberapa negara, dengan tiga negara terbesar adalah Australia mengalami defisit US$ 529,6 juta, Thailand US$ 350,4 juta, dan Jerman US$ 308,1 juta.

“Defisit terdalam dari Australia ini didorong oleh beberapa komoditas seperti serealia, bahan bakar mineral, serta gula dan kembang gula,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×