kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

BPS: Nilai Impor Juni 2023 Merosot 19,40%


Senin, 17 Juli 2023 / 11:39 WIB
BPS: Nilai Impor Juni 2023 Merosot 19,40%
ILUSTRASI. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor pada periode tersebut mencapai US$ 17,15 miliar.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai impor pada Juni 2023 merosot tajam. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor pada periode tersebut mencapai US$ 17,15 miliar. Nilai impor turun 19,40% month on month (MoM) dibandingkan Mei  2023 yang sebesar US$ 21,28 miliar.

Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto mengatakan, penurunan impor ini terjadi baik secara tahunan maupun bulanan. Secara tahunan, nilai impor mengalami kontraksi sebesar 18,35% secara year on year (YoY).

“Total nilai impor mengalami penurunan cukup dalam baik secara tahunan maupun bulanan setelah mengalami kenaikan pada bulan sebelumnya,” tutur Atqo dalam rilis BPS, Senin (17/7).

Baca Juga: BPS Catat Ekspor Juni 2023 Sebesar US$ 20,61 Miliar, Turun 5,8% dari Mei 2023

Menurut dia, penurunan impor terjadi pada kelompok minyak dan gas (migas) dan nonmigas. Nilai impor migas mencapai US$ 2,22 miliar atau turun 29,12% MoM. Sedangkan untuk impor nonmigas mencapai US$ 14,93 miliar, atau turun 17,73% MoM.

Atqo menyampaikan, penurunan impor nonmigas ini terjadi pada beberapa komoditas. Di antaranya, mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84) turun 16,48%, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya turun 18,44%, kendaraan dan bagiannya (HS 87) turun 26,89%.

Sementara penurunan impor migas antara lain karena, adanya penurunan pada impor minyak mentah yang turun sebesar 43,24%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×