kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Surplus Neraca Perdagangan Desember 2024 Diperkirakan Turun Jadi US$ 3 Miliar


Selasa, 14 Januari 2025 / 04:45 WIB
Surplus Neraca Perdagangan Desember 2024 Diperkirakan Turun Jadi US$ 3 Miliar
ILUSTRASI. Surplus neraca perdagangan Indonesia diperkirakan turun hanya mencapai US$ 3 miliar pada Desember 2024. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Surplus neraca perdagangan Indonesia diperkirakan hanya mencapai US$ 3 miliar pada Desember 2024, lebih rendah dari surplus bulan sebelumnya yang mencapai US$ 4,42 miliar.

Kepala Ekonom BCA David Sumual menyampaikan, proyeksi tersebut berasal dari kinerja ekspor yang diperkirakan hanya tumbuh 7,6% year on year (YoY), lebih rendah dari periode sebelumnya yang tumbuh 9,12% YoY.

Sementara kinerja impor diperkirakan tumbuh 10,4% YoY, meningkat dari bulan sebelumnya yang hanya mencapai 0,01% YoY.

Baca Juga: Surplus Neraca Perdagangan RI akan Dihadapkan Tantangan Kebijakan Tarif Trump

“Sehingga perkiraan neraca dagang sebesar (Desember 2024) US$ 3,0 miliar,” tutur David kepada Kontan, Senin (13/1).

David menyebut, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2024 melambat dikarenakan dari sisi harga komoditas relatif melambat, baik untuk ekspor maupun impor.

“Namun, untuk bulan Desember ada faktor musiman sehingga secara nominal ekspor dan impor cenderung tinggi, terutama untuk impor,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, surplus neraca perdagangan sepanjang 2024 diramal mencapai US$ 31.9 miliar, lebih rendah dari 2023 yang mencapai US$ 36,93 miliar.

Baca Juga: Ekonomi Domestik Solid, Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan Terbatas di Pekan Ini

Melambatnya kinerja surplus neraca perdagangan juga diramal berlanjut hingga 2025, yang diproyeksikan hanya akan mencapai US$ 26,2 miliar.

David menyampaikan, perlambatan tersebut imbas adanya ekspektasi perlambatan baik untuk ekspor dan impor yang disebabkan terutama karena harga komoditas melemah.

“Ditambah lagi, outlook permintaan dari negara-negara tujuan ekspor Indonesia seperti China tidak begitu baik,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×