kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Surplus Neraca Dagang Makin Menipis, Berpotensi Balik Arah Jadi Defisit?


Kamis, 15 Agustus 2024 / 17:13 WIB
Surplus Neraca Dagang Makin Menipis, Berpotensi Balik Arah Jadi Defisit?
ILUSTRASI. Surplus neraca perdagangan Indonesia tercatat semakin menipis. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/tom.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Surplus neraca perdagangan Indonesia tercatat semakin menipis. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan barang pada Juli 2024 mencapai US$ 0,47 miliar, atau turun US$ 1,92 miliar dari surplus bulan sebelumnya yang mencapai US$ 2,39 miliar.

Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalia Situmorang menilai, neraca perdagangan Indonesia berpotensi defisit ke depannya. Namun menurutnya defisit tersebut bukan berarti hal yang negatif.

Sebab, dengan meningkatnya investasi asing dan mobilitas aktivitas ekonomi yang semakin solid, impor memang perlahan ada kecenderungan naik.

Baca Juga: AS Jadi Penyumbang Terbesar Surplus Neraca Dagang Indonesia, Defisit Dengan China

“Di periode ini saja (Juli 2024) pertumbuhan impor  lebih signifikan ya, impor tumbuh 11,07% secara tahunan. Sementara Ekspor tumbuh 6,46% secara tahunan,” tutur Ana sapaan akrab Hosianna kepada Kontan, Kamis (15/8).

Meski begitu, Ana belum bisa memastikan kapan neraca perdagangan Indonesia akan berbalik defisit. Hal ini karena, apabila suku bunga global turun, harga dan permintaan komoditas unggulan Indonesia bisa meningkat, sehingga bisa mendorong kinerja ekspor.

Akan tetapi, Ana memperkirakan surplus ekspor ke depannya berpotensi menurun sehingga potensi defisit transaksi berjalan bisa melebar mendekati 1% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Baca Juga: BPS: Impor Bulan Juli 2024 Meningkat 17,82% Jadi US$ 21,74 Miliar

Defisit transaksi berjalan diperkirakan akan melebar karena menurunnya permintaan global dan meningkatnya fragmentasi dalam manufaktur China.

“Bank Indonesia kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuan BI7DRR sebesar 6,25% pada rapat Agustus 2024 mendatang,” ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×