kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Surplus harga BBM disimpan untuk jaga-jaga


Rabu, 30 Maret 2016 / 12:21 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah akan segera memutuskan besaran penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Rabu (30/3) sore dalam rapat terbatas di Istana Negara. Pemerintah sudah memberikan ancang-ancang penurunan harga BBM tidak akan terlalu besar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said bilang jika mengikuti harga keekonomian maka seharusnya harga BBM bisa turun cukup signifikan. Akan tetapi pemerintah masih harus mempertimbangkan adanya kemungkinan lonjakan harga minyak ke depannya.

Untuk itu, surplus dari penetapan harga BBM periode April-Juni ini nantinya bisa disimpan untuk menjaga stabilitas harga BBM ke depannya. "Kita jaga supaya sebagian disimpan, dipakai ketika harga naik lagi,"jelas Sudirman di sela acara Seminar Digital Diplomacy di Pakarti Center Building Jakarta pada Rabu (30/3).

Di sisi lain, pemerintah juga ingin melindung masyarakat paling bawah. Pasalnya setiap kali kenaikan harga BBM sedikit saja, selalu diikuti kenaikan harga pangan dan transportasi. Sedangkan saat harga BBM turun, banderol barang dan jasa belum tentu mengikuti.

"Kami menghindari lompatan (harga) yang terlalu besar.Tugas pemerintah adalah smoothing out, membuat naik turun harga tidak terlalu ekstrim,"ungkap Sudirman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×