kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.902   32,00   0,18%
  • IDX 5.686   -135,24   -2,32%
  • KOMPAS100 734   -18,12   -2,41%
  • LQ45 560   -13,44   -2,35%
  • ISSI 197   -4,32   -2,15%
  • IDX30 318   -7,06   -2,17%
  • IDXHIDIV20 393   -8,51   -2,12%
  • IDX80 84   -2,00   -2,34%
  • IDXV30 107   -1,64   -1,52%
  • IDXQ30 103   -2,09   -1,99%

Sumber anggaran asuransi pertanian belum ditemukan


Minggu, 28 September 2014 / 18:03 WIB
ILUSTRASI. Pekerja sedang melakukan proses pembuatan keramik di Plant II PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA) yang berlokasi di Serang, Banten. KONTAN/Agung Hidayat


Reporter: Agus Triyono | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Pertanian mengajukan usul tambahan anggaran baru untuk mereka. Rencananya, tambahan pagu anggaran sebesar Rp 1,9 triliun yang mereka ajukan tersebut akan digunakan untuk membayar premi program asuransi pertanian yang rencananya akan mulai dilaksanakan 2015 nanti.

Suswono, Menteri Pertanian mengatakan alokasi dana Rp 1,9 triliun tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar premi asuransi 13,1 juta hektar lahan petani. Meskipun Komisi IV sudah menyetujui usulan penambahan anggaran tersebut, tapi permasalahan baru menghadang.

Siswono Yudhohusodo, anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Golkar mengatakan bahwa anggaran yang rencananya akan digunakan untuk membayar premi asuransi tersebut sampai saat ini belum juga ditemukan. "Sumber dananya belum ditemukan," katanya kepada KONTAN Minggu (28/9).

Siswono mengatakan saat ini Komisi IV dan pemerintah masih menyisir anggaran yang bisa dihemat dan dialokasikan untuk kepentingan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×