kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.911   0,00   0,00%
  • IDX 6.430   95,68   1,51%
  • KOMPAS100 848   12,61   1,51%
  • LQ45 639   6,30   1,00%
  • ISSI 222   4,12   1,89%
  • IDX30 359   2,57   0,72%
  • IDXHIDIV20 441   0,41   0,09%
  • IDX80 97   1,35   1,42%
  • IDXV30 120   1,10   0,92%
  • IDXQ30 115   0,32   0,28%

Sumbar tidak cocok untuk tanaman kedelai dan tebu


Jumat, 01 November 2013 / 16:51 WIB
ILUSTRASI. Promo Starbucks via GoPay (dok/Gopay)


Sumber: Kompas.co | Editor: Hendra Gunawan

PADANG. Meskipun menjadi salah satu penyumbang produksi beras nasional, namun Provinsi Sumatra Barat tidak bisa memproduksi kedelai dan tebu.

Dalam sambutannya di acara puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia, Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno mengatakan hal itu lantaran provinsi ini berada di garis katulistiwa.

"Sehingga kondisi tanah dan iklim tidak cocok untuk kedelai di Sumatra Barat sehingga kalaupun ditanam hasilnya tidak bagus dan bahkan banyak penyakitnya," ujar Irwan di Padang, Kamis (31/10).

Adapun terkait tebu, lanjut Irwan, masyarakat Sumatra Barat tidak memiliki budaya menanam tebu. Selain itu, nilai ekonomi tebu lebih rendah bila dibandingkan jagung dan cabai, sehingga banyak masyarakat yang tak menanam tebu.

"Dua komoditi ini Sumatra Barat memang tidak bisa men-supply tapi komoditi lain kita tingkatkan dan memanfaatkan semua lahan yang ada," kata Irwan. (Sakina Rakhma Diah Setiawan/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×