kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Subsidi Listrik 2026 Naik Jadi Rp 101,72 Triliun, Bahlil: Jumlah Pelanggan Bertambah


Kamis, 28 Agustus 2025 / 15:33 WIB
Subsidi Listrik 2026 Naik Jadi Rp 101,72 Triliun, Bahlil: Jumlah Pelanggan Bertambah
ILUSTRASI. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai subsidi listrik sepanjang tahun 2026 diproyeksikan meningkat menjadi Rp 101,72 triliun, atau naik 15,96% dibandingkan anggaran subsidi listrik 2025 yang sebesar Rp 87,72 triliun.

Angka ini mengacu pada asumsi Indonesia Crude Price (ICP) US$ 70 per barel dan kurs Rp 16.500 per dolar AS.

Baca Juga: Pemerintah Kerek Anggaran Subsidi Listrik Jadi Rp 104,6 Triliun pada 2026

Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, kenaikan subsidi listrik ini terutama disebabkan peningkatan jumlah pelanggan.

"Kenapa subsidi naik menjadi Rp 101 triliun? Itu karena jumlah pelanggannya naik. Kami akan lampirkan datanya dari berapa menjadi berapa, sehingga terlihat alasan kenaikannya," ujar Bahlil.

Bahlil menambahkan, Kementerian ESDM akan melakukan pengawasan terhadap penggunaan subsidi listrik, termasuk dalam implementasi anggaran untuk PLN.

“Ini juga sekaligus menjadi tugas kami melakukan pengawasan terhadap implementasi penggunaan anggaran subsidi untuk PLN. Nanti kami akan lampirkan pada rapat berikutnya,” jelasnya.

Baca Juga: Subsidi Energi Dirombak: BBM dan LPG 3 Kg Bakal Ikuti Skema Listrik

Saat dikonfirmasi, Bahlil menegaskan bahwa kenaikan subsidi listrik ini relatif kecil dan masih terkait dengan penambahan pelanggan yang berhak menerima subsidi.

Selain itu, Bahlil menyampaikan bahwa kuota LPG 3 kg pada 2026 dipatok sebesar 8 juta ton, turun dibandingkan 2025 yang sebesar 8,17 juta ton.

Sementara itu, volume subsidi BBM sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 19,162 juta KL, terdiri dari minyak tanah 0,526 juta KL dan solar 18,636 juta KL

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×