kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Struktur perekonomian Indonesia masih didominiasi Pulau Jawa, bagaimana pulau lain?


Kamis, 05 November 2020 / 16:50 WIB
ILUSTRASI. Struktur perekonomian Indonesia masih didominiasi Pulau Jawa, bagaimana pulau lain?


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada kuartal III-2020 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa, dengan kontribusi sebesar 58,88%. Sayangnya, pulau Jawa malah masih mengalami pertumbuhan negatif.

Pun dengan pulau-pulau lainnya juga mengalami pertumbuhan negatif pada kuartal III-2020. Bahkan, Pulau Maluku dan Papua yang pada kuartal II-2020 masih bisa tumbuh positif di tengah badai Covid-19.

“Kalau dilihat secara spasial, struktur tidak banyak yang berubah, masih didominasi oleh Pulau Jawa. Semua pulau mengalami kontraksi dengan kedalaman yang beda-beda,” ujar Suhariyanto, Kamis (5/11) via video conference.

Pulau Jawa pada kuartal III-2020 mencatat pertumbuhan sebesar minus 4,00% yoy. Pertumbuhan ini lebih baik daripada pertumbuhan pada kuartal II-2020 yang sebesar minus 6,69% yoy.

Baca Juga: Analis memprediksi kinerja emiten konstruksi bisa pulih hingga 18% pada 2021

Pulau Sumatra memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi terbesar kedua setelah Pulau Jawa. Dengan sumbangan sebesar 21,53%, pulau Sumatra ini mencatat pertumbuhan sebesar minus 2,22% yoy pada kuartal III-2020. Capaian ini membaik dari capaian pada kuartal II-2020 yang minus 3,01% yoy.

Selanjutnya, Pulau Kalimantan dengan sumbangan 7,70% terhadap perekonomian kuartal III-2020 tercatat tumbuh minus 4,23% yoy, atau membaik tipis dari kontraksi pada kuartal sebelumnya yang sebesar minus 4,35% yoy.

Pulau Sulawesi memberi sumbangan 6,60% terhadap perekonomian, tumbuh minus 0,82% yoy. Jauh membaik dari pertumbuhan di kuartal II-2020 yang sebesar minus 2,76% yoy.

Baca Juga: IHSG melonjak 3,04% ke 5.260 pada Kamis (5/11), net buy asing mencapai Rp 925 miliar

Pulau Maluku dan Papua tercatat tumbuh minus 1,83% yoy pada kuartal III-2020. Kelompok ini memberikan sumbangan pada pertumbuhan ekonomi sebesar 2,37%.

Sementara itu, Bali dan Nusa Tenggara menjadi satu-satunya kelompok yang mencatat pertumbuhan lebih buruk dari kuartal II-2020. Pada periode Juli 2020 hingga September 2020 tersebut, Bali dan Nusa Tenggara tercatat tumbuh minus 6,80% yoy, atau lebih dalam dari kontraksi pada kuartal sebelumnya yang sebesar minus 6,29% yoy.

Selanjutnya: Sri Mulyani sebut ekonomi Indonesia dalam tren perbaikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×