kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Stimulus Rp16,23 Triliun Dikeluarkan, Menkeu: Defisit Tetap Terkendali


Senin, 15 September 2025 / 16:06 WIB
Stimulus Rp16,23 Triliun Dikeluarkan, Menkeu: Defisit Tetap Terkendali
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa berbagai stimulus ekonomi tidak akan memperlebar defisit anggaran.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA Pemerintah resmi meluncurkan delapan paket ekonomi pada tahun 2025 dengan anggaran sebesar Rp 16,23 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa berbagai stimulus ekonomi tersebut tidak akan memperlebar defisit anggaran.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk optimalisasi penyerapan anggaran agar lebih berdampak pada perekonomian.

Baca Juga: OPSI Minta Pemerintah Fokus ke UU Ketenagakerjaan, Bukan Bentuk Lembaga Baru

"Sudah ada uangnya kami sediakan, bukan berarti defisitnya melebar, tetapi saya bisa perkirakan tuh setiap tahun penyerapannya berapa sih anggaran kita.  Tahun lalu kan ada sisa juga, saya bisa hitung sisanya berapa," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Istana Negara, Senin (15/9).

Ia menjelaskan bahwa penggunaan anggaran tambahan ini lebih diarahkan untuk memaksimalkan sisa ruang belanja negara di sisa tahun berjalan.

"Jadi daripada sisa, tinggal tiga bulan lagi mungkin gak kepakai, saya pakai ke sana (stimulus). Jadi ini hanya optimalisasi penyerapan anggaran supaya berdampak bagi perekonomian tanpa berubah defisit terlalu signifikan," katanya.

Lebih lanjut, Purbaya menilai dampak stimulus ini terhadap defisit justru bersifat netral hingga positif.

Pasalnya, jika perekonomian tumbuh lebih cepat, penerimaan pajak otomatis akan meningkat.

"Kalau PDB-nya tumbuh lebih cepat kan tax-nya lebih cepat juga," pungkasnya.

Baca Juga: Pemerintah Pangkas Bantuan Pangan Beras Jadi Hanya 2 Bulan Saja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×