kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Stafsus Menkeu Buka Suara Soal Sri Mulyani Masuk Bursa Pilgub DKI


Kamis, 09 Mei 2024 / 05:49 WIB
Stafsus Menkeu Buka Suara Soal Sri Mulyani Masuk Bursa Pilgub DKI
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani dikabarkan masuk dalam bursa bakal calon gubernur untuk maju di Pilkada Jakarta 2024.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani dikabarkan masuk dalam bursa bakal calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan untuk maju di Pilkada Jakarta 2024. 

Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menepis kabar tersebut. Menurutnya pernyataan tersebut hanyalah rumor belaka. 

Disamping itu, ia menyebut hingga saat ini Sri Mulyani belum berkomunikasi terkait rumor tersebut baik dengan PDI Perjuangan ataupun partai lainnya.

“Terkait rumor atau informasi yang menyebutkan bu Sri Mulyani katanya masuk bursa bakal calon gubernur DKI, kami dapat sampaikan sejauh ini sama sekali tidak ada komunikasi dengan parpol manapun. Dan memang ibu tidak dalam kapasitas untuk mengomentari, membahas, atau terlibat dalam diskusi itu,” tutur Prastowo kepada awak media, Rabu (8/5).

Baca Juga: Pilkada DKI, PDI-P Buka Penjaringan Cagub dan Cawagub hingga 20 Mei

Menurutnya, saat ini Sri Mulyani masih fokus untuk menyiapkan kebijakan utamanya dalam masa transisi kepresidenan untuk 2025 mendatang.

Disamping itu, Sri Mulyani juga sudah diberi mandat oleh Presiden Joko Widodo untuk membangun komunikasi dengan pihak presiden terpilih, agar proses transisi ini berjalan dengan lancar.

“Tapi kita menghormati apapun aspirasi diskusi yang berkembang di masyarakat, itu biar jadi bumbu demokrasi saja, dan menjadi bagian dari diskusi publik,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×