kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Sri Mulyani tampik kabar kemiskinan bertambah


Minggu, 27 Agustus 2017 / 16:41 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah pihak-pihak yang menyebut ekonomi Indonesia tumbuh tetapi angka kemiskinan naik. Ia menyebut, klain tersebut adalah berita bohong atau hoax.

“Di republik ini banyak hoax. Yang bilang begitu adalah orang yang tidak suka dengan Sri Mulyani," katanya di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, (27/8).

Ia melanjutkan, data menunjukkan bahwa kemiskinan di Indonesia turun. Jumlah kemiskinan turun baik persentase maupun jumlah orangnya. Berdasarkan Indeks Rasio Gini Indonesia, datanya membaik yakni 0,393 di bulan Maret 2017 atau turun dibandingkan dengan angka bulan September 2014 yaitu 0,414.

Adapun Presiden Joko widodo (Jokowi) dalam pidato Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Nota Keuangan 2018 di Gedung MPR/DPR menyatakan, pada Maret 2015 jumlah orang miskin terhitung 28,59 juta orang. Sementara di Maret 2017 jumlah tersebut menurun menjadi 27,77 juta orang.

Meski demikian, pemerintah tetap akan terus membuat pertumbuhan ekonomi berkualitas. Artinya, setiap kenaikan 1% di pertumbuhan ekonomi bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak.

"Atau setiap 1% pertumbuhan ekonomi harus mengurangi jumlah pengangguran lebih banyak. Misalnya dengan 1% bisa menciptakan 1 juta tenaga kerja. Kami coba 1,5 juta, “ jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×