kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sri Mulyani siapkan skema bantuan langsung tunai (BLT) untuk pekerja informal


Selasa, 24 Maret 2020 / 20:33 WIB
ILUSTRASI. Penerima Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) Rohma, menunjukkan persyaratan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diterimanya di Kantor Pos Indonesia, Bandung, Jabar, Selasa (18/11).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Penguatan jaring pengaman sosial (social safety net) menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini di tengah penanganan dampak Covid-19 di Indonesia.

Jaring pengaman sosial yang lebih kuat diharapkan dapat menolong kelompok masyarakat terbawah agar tak semakin banyak yang masuk ke dalam jurang kemiskinan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah saat ini sedang menggodok kebijakan stimulus untuk menopang masyarakat di sektor informal. Salah satunya ialah dengan mengucurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada kelompok masyarakat tertentu.

Baca Juga: Ma'ruf Amin sebut pemerintah tengah kaji berbagai relaksasi bagi warga miskin

“Kita masih lihat mekanisme di sektor informal untuk mendukungnya. BLT bisa diberikan namun berdasarkan database agar masyarakat bisa benar-benar mengikuti arahan pemerintah untuk tinggal di rumah, mengurangi interaksi dan aktivitas di luar,”tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (24/3) sore.

Belum ada gambaran rinci bagaimana mekanisme penyaluran BLT ini dan berapa besarannya.

Namun, Sri Mulyani menjelaskan, BLT ini fokusnya adalah memastikan bahwa kebutuhan barang pokok masyarakat, terutama pekerja informal dan pekerja harian, tetap terpenuhi meski harus tinggal di rumah saja dalam masa-masa ini.

Baca Juga: Ada corona, Kemensos naikkan nilai bantuan sembako jadi Rp 200.000




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×