kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sri Mulyani Sebut Perjanjian Hibah MCC Berdampak Positif bagi Indonesia


Rabu, 19 April 2023 / 20:56 WIB
Sri Mulyani Sebut Perjanjian Hibah MCC Berdampak Positif bagi Indonesia
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menandatangani perjanjian hibah Millennium Challenge Corporation (MCC) sebesar US$ 649 juta dengan US Secretary of Treasury.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertemuan musim panas atau Spring Meeting IMF-World Bank dilaksanakan di Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu. Dalam acara tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menandatangani perjanjian hibah Millennium Challenge Corporation (MCC) sebesar US$ 649 juta dengan US Secretary of Treasury.

Sri Mulyani mengatakan perjanjian tersebut berdampak positif bagi Indonesia. Dana tersebut merupakan dana hibah yang dipakai untuk mendukung kebijakan mengenai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dana tersebut juga merupakan financial inclusion.

"Kedua, berhubungan dengan energi transition mechanism yang mana Amerika Serikat mendukung Indonesia untuk bisa mengalami transisi energi yang adil dan affordable," ucap dia dalam konferensi pers APBN KiTa edisi April 2023, Senin (17/4).

Baca Juga: Terima 12,57 Juta SPT Tahunan, Sri Mulyani Bersyukur Masyarakat Masih Taat Pajak

Sri Mulyani juga membeberkan perjanjian tersebut sebagai bentuk kerja sama yang baik untuk mendorong pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, selama di Washington DC, Amerika Serikat, dia menyebut telah melakukan banyak pertemuan bilateral sesuai dengan tujuan Indonesia untuk terus memperkuat hubungan antarnegara. Selain itu, bertujuan juga untuk mendapatkan dukungan dalam keanggotaan Finacial Action Task Force (FATF) dan ASEAN Chairmanship 2023.

Pada pertemuan terakhir, Sri Mulyani menyampaikan sempat memimpin pertemuan para menteri keuangan dari 84 negara yang membentuk koalisi kerja sama sisi perubahan iklim hingga kebijakan keuangan.

"Hal itu menjadi salah satu bidang untuk terus bisa melihat kondisi dan aktif berpartisipasi," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×