kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sri Mulyani sebut perbankan kurang komunikatif terhadap UMKM


Selasa, 11 Agustus 2020 / 11:53 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah pekerja membuat makanan sotong khas ciamis di rumah produksi Kaisha, Desa Jalatrang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (29/7/2020). Pemerintah memberikan subsidi bunga pinjaman bagi nasabah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan perbankan menjadi salah satu penyebab penyerapan stimulus subsidi bunga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) belum maksimal.

Padahal, Sri Mulyani bilang, program subsidi bunga sudah dilancarkan sejak bulan Maret lalu. Namun, realisasinya masih sekitar 1 juta UMKM atau jauh dari target debitur 60 juta UMKM.

“Ini berarti masih ada persoalan dari sisi perbankan atau lembaga keuangan dalam mengomunikasikan kepada UMKM tersebut, maupun proses pendaftaran mendapatkan subsidi. Ini yang kita evaluasi,” kata Menkeu dalam Web Seminar Stimulus Pemerintah Untuk Perkuat UMKM, Selasa (11/8).

Baca Juga: Jokowi sebut ada Rp 170 triliun dana daerah masih mengendap di bank

Sri Mulyani menambahkan, total pinjaman yang mendapatkan relaksasi sampai dengan enam bulan, penundaan pokok mencapai Rp 285 triliun dengan total outstanding penerima subsidi bunga mencapai Rp 1.600 triliun.

“Kita akan melihat bagaimana pelaksanaan sampai dengan Agustus ini,” ujar Menkeu.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) realisasi subsidi bunga sampai dengan 6 Agustus 2020 sebesar Rp 1,3 triliun. Angka tersebut baru 3,7% dari total anggaran sebesar Rp 35,28 triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani sebut tenaga kesehatan juga tengah dipertimbangkan dapat gaji ke-13

Adapun, secara keseluruhan, realisasi dukungan UMKM  dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 32,5 triliun sampai 6 Agustus 2020. Angka tersebut setara 27,1% dari pagu sebesar Rp 123,47 triliun.

Sebagai catatan, dari anggaran tersebut Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) yang sudah selesai sebanyak Rp 41,2 triliun. Sementara, anggaran tanpa DIPA sebesar Rp 78,8 triliun. Sisanya, Rp 3,4 triliun belum DIPA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×