kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Sri Mulyani: Pelanggaran Administrasi Bukan Dosa Besar


Rabu, 24 Februari 2010 / 14:22 WIB
Sri Mulyani: Pelanggaran Administrasi Bukan Dosa Besar


Reporter: Martina Prianti | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Sri Mulyani Indrawati keukeuh mengklaim, kebijakan yang diterbitkannya sebagai Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) terhadap Bank Century sesuai dengan prosedur. Tugas sebagai Ketua KSSK untuk mencegah krisis pun dampaknya bisa dirasakan dengan tumbuhnya perekonomian.

"Masyarakat paling tidak merasakan atau tercegah dari situasi kepanikan. Sektor perbankan bisa menjalankan fungsinya dengan baik, tahun ini bahkan mereka akan ekspansi kreditnya moga-moga bisa di atas 15%. Pertumbuhan ekonomi bagus dan sektor perbankan tidak mungkin melakukan cross kredit kalau mereka tidak dalam suasana yang stabil dan tenang dan tidak merasakan adanya tekanan krisis," ucap Sri Mulyani di gedung Kementerian Keuangan, Rabu (24/2).

Sri Mulyani mengaku tenang pasca-keluarnya tanggapan fraksi di DPR mengenai kasus Century . Tapi, ia mengatakan, kalau ada kalangan ada yang menilai terjadi pelanggaran, Kementerian Keuangan siap mempelajari.

Dengan lugas dia menjelaskan, informasi baik data tertulis, lisan, maupun gambar yang disampaikan kepada panitia khusus terkait upaya KSSK untuk mencegah krisis dan mengelola ekonomi berdasarkan peraturan perundangan. Meski demikian, Sri Mulyani mengakui mungkin saja ada ketidaksempurnaan informasi yang diberikan.

"Jadi walaupun mungkin ada ketidaksempurnaan, ada surat, ada informasi yang sesudah dilihat 1,5 tahun kemudian, harusnya bisa disempurnakan. Kalaupun itu ada, itu pelanggaran administrasi atau keteledoran atau kealfaan tapi bukan dosa besar," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×